Agenda Kunjungan Presiden Trump ke Tiga Negara Timur Tengah
Pekan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kunjungan ke tiga negara di Timur Tengah, yaitu Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Fokus utama dari lawatan ini adalah untuk menarik investasi besar di sektor kecerdasan buatan, industri penerbangan, persenjataan, dan berbagai bidang lainnya.
Arab Saudi (13–14 Mei 2025)
Trump tiba di Riyadh pada Selasa, 13 Mei, dan disambut oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Dalam kunjungan ini, keduanya menandatangani kesepakatan kemitraan ekonomi strategis yang mencakup sektor energi, pertahanan, dan kerja sama antariksa antara NASA dan Badan Antariksa Saudi. Arab Saudi juga berkomitmen untuk meningkatkan investasi di Amerika Serikat hingga mencapai triliunan dolar dalam empat tahun ke depan.
Dalam momen bersejarah, Trump bertemu dengan Presiden interim Suriah, Ahmad al-Sharaa, yang merupakan pertemuan pertama antara pemimpin AS dan Suriah dalam 25 tahun terakhir. Pertemuan ini dilakukan di sela-sela agenda Trump dengan para pemimpin Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dan menandai perubahan signifikan bagi Suriah pasca kekuasaan otoriter keluarga Assad. Trump memuji al-Sharaa di hadapan para jurnalis dan mengajukan rencana pencabutan sanksi terhadap Suriah, serta mendorong negara tersebut untuk bergabung dalam Perjanjian Abraham.
Dialog antara Trump dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman sempat tertunda akibat eskalasi militer Israel di Gaza. Arab Saudi menegaskan bahwa kemajuan menuju solusi dua negara menjadi syarat mutlak untuk melanjutkan proses normalisasi. Trump diperkirakan akan mengajukan kerangka perdamaian yang didukung AS untuk mengakhiri konflik di Gaza.
Qatar (14 Mei 2025)
Setelah menghadiri KTT GCC, Trump melanjutkan kunjungannya ke Qatar. Di Doha, ia bertemu dengan Emir Tamim bin Hamad Al Thani dan mengumumkan kesepakatan pembelian sekitar 160 pesawat Boeing oleh Qatar Airways. Trump juga menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Istana Lusail.
Qatar, yang menampung pangkalan militer terbesar milik AS di Timur Tengah, akan membahas kerja sama pertahanan dan stabilitas keamanan regional. Mengingat kedekatannya dengan Bashar al-Assad, Qatar mungkin akan mendorong Trump untuk mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Suriah dan mendorong tercapainya gencatan senjata di Gaza.
Uni Emirat Arab (15–16 Mei 2025)
Di UEA, Trump dijadwalkan bertemu dengan Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk membahas peluang investasi di sektor kecerdasan buatan, semikonduktor, energi, dan manufaktur. UEA baru-baru ini mengumumkan program investasi senilai US$1,4 triliun di Amerika Serikat selama sepuluh tahun ke depan.
Trump juga diperkirakan akan mencabut sejumlah pembatasan ekspor teknologi tinggi yang diberlakukan pada masa pemerintahan Biden. UEA menargetkan akses terhadap microchip dan teknologi AI dari AS sebagai bagian dari ambisinya menjadi pusat kekuatan kecerdasan buatan global pada 2030.
Menariknya, Israel tidak termasuk dalam rangkaian kunjungan Trump meskipun ketegangan di Gaza meningkat. Laporan menunjukkan adanya ketegangan antara Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan kebijakan Israel yang mulai menyimpang dari arah yang diinginkan Trump.




