Amsakar dan Li Claudia: Satu Tahun Memimpin Batam Menuju Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil
Batam
555
Matakepri.com, Batam -- Tepat satu tahun sudah pasangan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra menakhodai Kota Batam sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu. Dalam kurun waktu singkat tersebut, duet kepemimpinan ini sukses membawa Batam berlari kencang dengan sederet capaian makro ekonomi yang melampaui target nasional.
Dalam dialog interaktif satu tahun kepemimpinan di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (20/2/2026), Wali Kota Amsakar Achmad memaparkan rapor hijau pembangunan yang mengukuhkan posisi Batam sebagai lokomotif ekonomi Kepulauan Riau.
Amsakar mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam pada Triwulan III 2025 menyentuh angka 6,89 persen. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti stabilitas iklim investasi di tengah dinamika global.
"Realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun atau mencapai 115,5 persen dari target yang ditetapkan. Ini menegaskan bahwa kepercayaan investor terhadap Batam tetap sangat tinggi," ujar Amsakar.
Dampak dari meroketnya ekonomi tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Beberapa indikator kesejahteraan menunjukkan tren positif yang signifikan:
Kemiskinan: Turun menjadi 3,81%, rekor terendah dalam lima tahun terakhir.
Pengangguran: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) susut ke angka 7,57%.
Kualitas Hidup: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 83,80, mencerminkan perbaikan akses pendidikan dan kesehatan.
Pemerintahan Amsakar-Li Claudia juga dikenal dengan kebijakan yang "merakyat". Di sektor kesehatan, Batam sukses meraih UHC Awards 2026 kategori Pratama dengan cakupan JKN-KIS mencapai 97,86%.
"Kami hadirkan pengobatan gratis cukup dengan KTP Batam dan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi lebih dari 24 ribu pekerja rentan," tambah Amsakar.
Di sektor pendidikan, beban orang tua diringankan melalui pembagian 105.670 stel seragam sekolah gratis serta penyediaan beasiswa bagi mahasiswa hinterland. Tak lupa, dukungan bagi ekonomi kecil diberikan lewat pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi 1.500 pelaku UMKM.
Meski bertabur penghargaan—seperti Kota Layak Anak kategori Nindya hingga Indeks Harmoni Indonesia—Amsakar-Li Claudia tidak jemawa. Keduanya mengakui masih ada "pekerjaan rumah" yang harus diselesaikan, terutama terkait persoalan klasik perkotaan: sampah, titik banjir, dan layanan air bersih.
"Kami tidak menutup mata. Persoalan sampah, banjir, dan air bersih tetap menjadi prioritas yang kami selesaikan secara bertahap. Pembangunan rumah pompa dan koordinasi intensif dengan BP Batam terus kami lakukan," tegas Amsakar.
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menambahkan bahwa semua capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Ia menekankan pentingnya pembangunan yang merata hingga ke wilayah pelosok.
“Semua membutuhkan proses dan perencanaan matang. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara berkelanjutan demi Batam yang lebih tertata dan bersih,” tutup Li Claudia. (Adi)




