Bazar Ramadhan UMKM Bahagia Dorong Perekonomian Bojonegoro
Sumber Foto: InfoPublik
Ekonomi

Bazar Ramadhan UMKM Bahagia Dorong Perekonomian Bojonegoro

Bojonegoro, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) menggelar Bazar Ramadhan UMKM Bahagia 1447 H/2026 M.

Kegiatan ini berlangsung mulai 20 Februari hingga 20 Maret 2026, setiap hari pukul 14.00–22.00 WIB, berlokasi di Jalan P. Mas Tumapel dan Jalan Pasar Bojonegoro.

Kepala Bidang Promosi, Ekspor, dan Kerja Sama Disdagkop UM Bojonegoro, Mahesa Ghalendra, menyampaikan bahwa bazar ini juga menjadi bagian dari peringatan refleksi satu tahun kepemimpinan kepala daerah, sekaligus upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Nanti puluhan tenda akan ditempatkan di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel dan Jalan Pasar yang disiapkan oleh Disdagkop UM bekerja sama dengan Bank Jatim. Seluruh tenda tersebut diperuntukkan bagi para pelaku UMKM, di mana satu tenda dapat digunakan oleh dua sampai tiga UMKM,” jelasnya, Kamis (19/2/2026).

Dalam penyelenggaraannya, Disdagkop UM menggandeng berbagai pihak, antara lain Wirausaha Muda Bojonegoro, UMKM binaan, asosiasi UMKM seluruh Kabupaten Bojonegoro, serta organisasi perempuan seperti PKK, GOW, dan DWP. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas partisipasi pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat jejaring UMKM di Bojonegoro.

Selain itu, para pedagang yang selama ini berjualan di kawasan Alun-Alun Bojonegoro akan diarahkan untuk menempati tenda yang disediakan Bank Jatim di Jalan Pasar. Dengan penataan tersebut, diharapkan suasana bazar menjadi lebih tertib, nyaman, dan terorganisasi.

Beragam jajanan takjil, makanan berbuka puasa, minuman segar, hingga produk unggulan khas Bojonegoro akan meramaikan bazar tersebut. Masyarakat dapat berbelanja kebutuhan berbuka sekaligus mendukung produk lokal dengan lebih mudah.

Melalui Bazar Ramadhan UMKM Bahagia ini, Pemkab Bojonegoro berharap kegiatan berjalan tertib dan lancar serta mampu meningkatkan perekonomian pelaku UMKM.

“Harapannya masyarakat bisa membeli takjil dengan nyaman, dan tentunya ini dapat meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM di Bojonegoro,” pungkasnya.