Bupati Tangerang Perkuat Pengelolaan Sampah di TPA Jatiwaringin pada HPSN 2026
Liputan6.com, Jakarta - Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid melakukan rangkaian penanaman pohon trembesi, bambu dan penyiaraman ecoenzym di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Tangerang, Rabu 18 Februari 2026.
Pada kesempatan tersebut, Maesyal menyampaikan bahwa penanaman bambu dan penyiraman ecoenzym ke sumur pantau dalam rangka HPSN tersebut bertujuan untuk penguatan lahan dan menurunkan kadar Escherichia coli (E.coli)di Lokasi TPA Jatiwaringin.
"Penanaman bambu dilakukan sebagai barrier alami untuk membantu menyerap bau dan menahan angin di sekitar TPA. Penyiraman ecoenzym ke sumur pantau bertujuan menurunkan kadar E.Coli serta membantu menetralisir kualitas air tanah yang juga dimanfaatkan masyarakat sekitar," ujar Maesyal dilansir dari laman tangerangkab.go.id, Jumat 20 Februari 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Mauk, Rajeg, dan Sukadiri bersama dengan Forkopimcam, para penggiatan sampah, perwakilan PLN Lontar, hingga Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bersama jajarannya, serta perwakilan dari perusahaan pengembang.
Menurut Maesyal, TPA Jatiwaringin telah ditetapkan sebagai lokus pengolahan sampah menjadi energi listrik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang juga telah melakukan pembenahan dalam mendukung upaya tersebut.
Di antaranya menyiapkan lahan seluas 6,5 hektare dengan pematangan dann pemadatan lokasi, memastikan tersedianya air bersih PDAM, hingga menjamin volume pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari, yang saat ini telah mampu dipenuhi sekitar 2.700 ton per hari.
"TPA Jatiwaringin kita siapkan sebagai lokus pengolahan sampah menjadi energi listrik. Lahan sudah kita matangkan, volume sampah mencukupi dan juga tengah menyiapkan kerja sama pengangkutan sampah dengan pihak ketiga. Kita terus mendukung program ini agar bisa terealisasi pada tahun 2026," ucap Maesyal.
Maesyal Dorong Kesadaran Warga Tak Buang Sampah Sembarangan
Pihaknya telah mengintruksikan kepada para camat agar dapat mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak lagi membuat sampah di pinggir jalan umum, tetapi membuangnya di TPS yang telah disediakan.
Menurutnya, perihal penanganan sampah ini adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Masyarakat harus ikut terlibat dan berperan aktif langsung, salah satunya adalah dengan turut membudayakan perilaku buang sampah pada tempatnya.
"Kami mohon kepada masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang sudah disediakan. Jangan di pinggir jalan umum. Kita angkut satu jam kemudian penuh lagi. Ini perlu kesadaran bersama," kata Maesyal.
Lebih lanjut, ia menyampaikan terima kaasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut andil dalam penanganan sampah. Harapannya, malalui peringatan HPSN 2026 ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang bebas sampah dan lingkungan yang bersih secara berkelanjutan.
"Mari kita jadikan momentum HPSN 2026 sebagai titik balik menuju gerakan bersama mewujudkan Kabupaten Tangerang bebas sampah dan lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan," tegas Maesyal.
DLHK Catat Penurunan E.Coli Signifikan Usai Aplikasi Ecoenzym
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihaan (DLHK) Ujat Sudrajat memberikan laporan bahwa rangkaian kegiatan HPSN tingkat Kabupaten Tangerang ini telah dimulai sejak tangal 2 Februari 2026.
Kegiatan diawali dengan aksi bersih pantai dan pesisir, dan puncaknya dilaksanakan di TPA Jatiwaringin dengan berbagai aksi nyata untuk pengendalian pencemaran serta edukasi lingkungan.
"Rangkaian kegiatan HPSN ini menjadi refleksi atas pentingnya pengelolaan sampah yang baik agar tidak menimbulkan bencana," ucap Ujat.
Menurut Ujat, pihaknya telah melakukan pembenahan di TPA Jatiwaringin, di antaranya adalah memanfaatkan penggunaan teknologi geomembran untuk mengurangi bau dan mengendalikan gas metana, serta penguatan pengolahan air lindi.
"Hasil uji kualitas air tanah di sekitar TPA menunjukkan penurunan signifikan angka E.coli dari 8.300 per 100 ml menjadi 134 per 100 ml setelah aplikasi ecoenzym selama dua bulan. Program tersebut akan dilanjutkan hingga enam bulan ke depan dengan interval pemberian rutin setiap bulan," tutupnya.




