Delegasi Internasional Siap Menjelajahi Desa Wisata Namu Konawe Selatan
Program Global Cultural Immersion 2026 akan berlangsung di Desa Wisata Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pengelola desa wisata dan Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi.
Ahmad Nizar, panitia kegiatan, mengungkapkan bahwa acara ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Peserta yang akan hadir berasal dari delapan negara, yaitu Filipina, Tanzania, Pakistan, Ruanda, China, Kenya, Madagaskar, dan Palestina. Diperkirakan, terdapat sekitar 20 peserta ditambah pendamping, dengan total kehadiran antara 30 hingga 40 orang.
Universitas Muhammadiyah Kendari saat ini sedang mempersiapkan berbagai aspek terkait kegiatan ini, termasuk kesiapan peserta dan rancangan konsep acara. Program ini akan mengusung konsep perpaduan antara wisata dan edukasi atau edu wisata.
Agenda Kegiatan Global Cultural Immersion 2026
Rangkaian agenda dalam program ini mencakup:
- Academic and Cultural Exchange Session: Sesi akademik dan pertukaran budaya.
- Campus Exploration: Jelajah kampus.
- Networking with International Students: Membangun koneksi dengan mahasiswa dari berbagai negara.
- Authentic Local Culinary Experience: Pengalaman kuliner lokal yang otentik.
- International Participation Certificate: Pemberian sertifikat keikutsertaan internasional.
Peserta juga akan diajak untuk mengeksplorasi keindahan Desa Wisata Namu melalui kegiatan snorkeling atau diving, serta berbagai aktivitas olahraga air lainnya. Ahmad Nizar menambahkan, "Sejak beberapa tahun terakhir, UM Kendari konsisten membantu pengembangan Desa Wisata Namu, termasuk melalui kegiatan berskala internasional seperti ini. Kami siap menyambut kedatangan peserta."
Desa Wisata Namu
Desa Namu dikenal memiliki pantai berpasir putih, area perkemahan, serta panorama laut yang masih asri. Dengan populasi sekitar 436 jiwa yang terdiri dari 226 laki-laki dan 210 perempuan, mayoritas penduduk Desa Namu bekerja sebagai petani dan nelayan. Hasil pertanian utama di desa ini meliputi jambu mete, pala, kelapa, dan cengkeh.
Untuk mencapai Desa Namu, pengunjung dapat menempuh perjalanan darat sekitar 2 jam 40 menit dari Ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, Kendari. Alternatif lain adalah perjalanan laut yang memakan waktu sekitar empat jam dengan kapal dari Pelabuhan Rakyat Kota Lama Kendari menuju dermaga Namu.




