DMI Dorong Pembuatan Basis Data Masjid untuk Inisiatif Sosial
Agenda Nasional - Jakarta (ANTARA) - Dewan Masjid Indonesia (DMI) menekankan pentingnya pembuatan basis data masjid di seluruh Indonesia untuk menghadirkan inisiatif sosial berkelanjutan dan meningkatkan nilai tambah sosial bangunan masjid.
"Saya berharap sudah dimulai melakukan pembuatan basis data masjid yang akan kita penetrasi. Lokasi by name, by address, semuanya. Dulu kami pernah lakukan. Sampai foto MCK-nya, menaranya," kata Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI Rudiantara dalam konferensi pers "#BerikanWaktuUntukKebaikan Bersama WIPOL" di Masjid Al Azhar, Jakarta, Kamis.
DMI telah menggandeng sejumlah korporasi untuk meningkatkan nilai tambah masjid.
Salah satunya dengan menggandeng Unilever lewat produk kebersihan WIPOL, dalam melakukan Gerakan Masjid Bersih (GMB) yang telah masuk tahun ke-10.
"Kalau WIPOL fokusnya adalah kebersihan di dalam masjid. Tapi kami dari Dewan Masjid, motonya adalah memakmurkan masjid dan dimakmurkan masjid. Jadi kita juga tidak boleh berhenti hanya membersihkan di dalam masjid. Kita juga harus membersihkan di lingkungan masjid, di luar masjid, agar semuanya bisa jadi bersih. Dan lebih penting lagi, mumpung bulan puasa, membersihkan hati kita," kata Rudiantara.
Tercatat ada 60 ribu masjid dalam program GMB Unilever.
financial capital. Sedangkan bagi DMI, kami tidak fokus kepada financial capital, tapi kami fokus kepada social capital social capital




