Hamas Tetapkan Syarat Kehadiran Pasukan Internasional di Gaza
Sumber Foto: minanews.net
Internasional

Hamas Tetapkan Syarat Kehadiran Pasukan Internasional di Gaza

Gaza, MINA – Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menetapkan syarat untuk kehadiran pasukan penjaga perdamaian internasional di Jalur Gaza, dengan catatan mandatnya terbatas pada pemantauan perjanjian gencatan senjata.

Qassem menjelaskan tujuan pasukan tersebut adalah untuk membangun zona penyangga terhadap serangan Israel dan melindungi warga Palestina, sekaligus menekankan penolakan tegas gerakan tersebut terhadap campur tangan apa pun dalam urusan administratif atau internal Jalur Gaza.

Dikutip dari Harian Al-Quds, juru bicara tersebut juga mendukung pelatihan pasukan polisi Palestina dalam kerangka kerja nasional murni untuk memastikan keamanan internal dan melawan upaya penyebaran kekacauan.

“Posisi kami mengenai pasukan internasional jelas, kami menginginkan pasukan penjaga perdamaian yang memantau dan menjamin gencatan senjata, dan tidak ikut campur dalam urusan internal Gaza,” ujarnya.

Ia menganggap penguatan pasukan polisi sangat penting untuk menghadapi skema-skema yang digunakan pendudukan untuk menggoyahkan Masyarakat.

Ia juga menekankan setiap dialog mengenai masa depan Gaza harus terlebih dahulu dan terutama didasarkan pada penghentian agresi Israel secara komprehensif dan permanen.

PernyataanHamas muncul setelah pertemuan Dewan Perdamaian (BoP) yang diperluas di Washington, yang memfokuskan pada pendanaan rekonstruksi Jalur Gaza.

Pertemuan di Washington juga menampilkan presentasi visi masa depan untuk Jalur Gaza menggunakan kecerdasan buatan. Visi tersebut menggambarkan kota itu sebagai pusat kota yang berkembang dengan gedung pencakar langit dan infrastruktur modern.

Menurut presentasi tersebut, rencana ini bertujuan untuk mengubah Gaza menjadi wilayah yang independen, aman, dan saling terhubung, memastikan kehidupan yang bermartabat dan stabil bagi penduduknya, bebas dari kerusakan akibat perang berulang.

Di bidang militer dan lapangan, garis besar pasukan stabilisasi, yang akan beroperasi di bawah komando AS dan diperkirakan akan terdiri dari 20.000 pasukan. []