Iran Kecam Serangan Israel-AS, Sebut Pelanggaran Hukum Internasional
Agenda Nasional - Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan udara yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat ke sejumlah wilayah di negaranya pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.
Pemerintah Iran menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial, serta menyebutnya sebagai contoh nyata agresi bersenjata.
Dalam pernyataan yang dikutip Al Jazeera, Teheran menegaskan serangan gabungan itu melanggar hukum internasional dan prinsip Piagam PBB.
Iran menambahkan bahwa rakyatnya selama ini menunjukkan kesabaran demi menjaga stabilitas kawasan, namun angkatan bersenjata siap membela negara dan membuat pihak agresor menyesali tindakan mereka.
Sementara itu untuk situasi di lapangan dilaporkan bahwa ledakan terdengar di Teheran dan sejumlah kota lain.
Iran kemudian menutup wilayah udaranya hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah serupa juga dilakukan Israel, Irak, dan Kuwait.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan operasi gabungan dengan AS bertujuan menghilangkan ancaman eksistensial dari Iran.
Ia menyerukan rakyat Iran untuk bangkit melawan pemerintahannya dan menegaskan bahwa Iran tidak boleh dibiarkan memiliki senjata nuklir.
Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan dimulainya “operasi tempur besar-besaran” di Iran.
Menurutnya, tujuan serangan adalah melindungi rakyat Amerika dari ancaman nyata rezim Teheran.
Adapun akibat konflik ini, Israel dilaporkan hingga menutup sekolah, tempat kerja, dan wilayah udara sipil.
Iran serta beberapa negara tetangga di Teluk juga melakukan hal serupa. Sejumlah maskapai penerbangan internasional membatalkan atau menunda jadwal penerbangan akibat eskalasi konflik.
Sebagai informasi, serangan ini terjadi di tengah upaya diplomasi antara AS dan Iran pada Februari 2026.
Washington menuntut pembongkaran penuh infrastruktur nuklir Iran, sementara Teheran hanya bersedia membatasi pengayaan uranium dengan syarat pencabutan sanksi.
Iran menolak mengaitkan isu nuklir dengan program rudal, yang menjadi salah satu keberatan utama Israel.




