Jakarta Communiqué: Insinyur dari 39 Negara Sepakati Agenda Infrastruktur Berkelanjutan
Pada tanggal 5 Maret 2023, World Engineering Day for Sustainable Development 2026 (WED 2026) resmi ditutup di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh sekitar 600 delegasi insinyur dari 39 negara dan menghasilkan Jakarta Communiqué, sebuah pernyataan yang menekankan pentingnya inovasi rekayasa dan pengembangan infrastruktur cerdas untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan di seluruh dunia.
Pernyataan Jakarta dan Pentingnya Infrastruktur
Pernyataan Jakarta disampaikan oleh Heru Dewanto, anggota Dewan Eksekutif World Federation of Engineering Organizations (WFEO), di hadapan para delegasi yang terdiri dari perwakilan pemerintah, organisasi profesi insinyur, akademisi, pemimpin industri, dan mitra pembangunan. Menurut Heru, infrastruktur merupakan sektor strategis dalam menghadapi tantangan global, termasuk pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, perubahan iklim, dan ketahanan bencana.
"Pernyataan Jakarta mencerminkan komitmen bersama komunitas insinyur dunia untuk memanfaatkan smart engineering melalui inovasi, digitalisasi, dan nilai kemanusiaan dalam membangun masa depan yang berkelanjutan," ungkap Heru.
Integrasi Teknologi dalam Pengembangan Infrastruktur
Heru menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur di masa depan harus melibatkan tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga integrasi teknologi digital, kecerdasan buatan, dan tata kelola yang beretika. Jakarta Communiqué juga menyoroti pentingnya kerja sama global dalam pengembangan teknologi dan infrastruktur.
"Kami meyakini bahwa sains, rekayasa, dan teknologi merupakan upaya global bersama. Oleh karena itu, kolaborasi internasional sangat penting untuk pengembangan inovasi, digitalisasi, dan infrastruktur berkelanjutan," tambahnya.
Lima Komitmen untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pernyataan Jakarta mencakup lima komitmen utama komunitas insinyur dunia, yang meliputi:
- Mendorong implementasi inovasi rekayasa dalam pembangunan infrastruktur nasional dan global.
- Mengintegrasikan etika dalam smart engineering, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.
- Mempercepat digitalisasi untuk pengurangan risiko dalam manajemen infrastruktur dan ketahanan bencana.
- Memperkuat kapasitas dan kepemimpinan insinyur melalui pendidikan dan pengembangan profesional.
- Memperkuat kerja sama global untuk mempercepat inovasi dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Peluang untuk Insinyur Muda Indonesia
Heru juga menekankan bahwa penyelenggaraan WED 2026 di Jakarta merupakan momentum penting bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam komunitas insinyur dunia. Selain itu, terdapat peluang program internasional bagi insinyur muda Indonesia, termasuk program satu minggu yang ditawarkan oleh China untuk insinyur di bawah usia 35 tahun.
"Program ini memberi kesempatan bagi insinyur muda Indonesia untuk belajar langsung dari industri global dan memperkuat kapasitas mereka dalam pembangunan teknologi dan infrastruktur masa depan," jelasnya.
Tema WED 2026
WED 2026, yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII), mengusung tema "Smart Engineering for a Sustainable Future Through Innovation and Digitalization." Tema ini menegaskan peran penting rekayasa dalam mendukung pembangunan industri, inovasi, dan infrastruktur berkelanjutan di tingkat global.




