Jumhur Hidayat Resmi Menjadi Menteri Lingkungan Hidup, Siapkan Agenda Prioritas untuk Isu Sampah dan Lingkungan Global
JAKARTA – Jumhur Hidayat, yang merupakan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), resmi dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto. Pelantikan ini berlangsung setelah Jumhur mengunjungi Istana Negara pada Senin, 27 April.
Fokus Awal pada Isu Sampah
Dalam pernyataannya, Jumhur menegaskan bahwa salah satu prioritas utamanya adalah menangani masalah sampah. Ia menyebutkan bahwa isu ini merupakan tantangan yang mendesak dan harus segera diatasi.
"Banyak program strategis yang telah saya siapkan. Yang paling mendesak adalah soal sampah. Kita juga harus mengikuti kesepakatan internasional secara bertahap," ungkap Jumhur.
Harapan Dukungan dari Elemen Buruh
Sebagai tokoh yang berasal dari kalangan buruh, Jumhur berharap mendapatkan dukungan penuh dari elemen pekerja. Ia menyampaikan harapan agar para buruh dapat memberikan dukungan, mengingat latar belakangnya yang dekat dengan komunitas tersebut.
"Insya Allah, teman-teman buruh seharusnya mendukung. Karena kita mulainya dari situ," ujarnya.
Apel Besar Buruh di Monas
Jumhur juga menyampaikan bahwa sekitar 300 ribu buruh akan menggelar apel besar di kawasan Monas sebagai respons terhadap aspirasi yang sudah mulai diakomodasi oleh pemerintah. Kedekatannya dengan komunitas buruh dianggap sebagai modal penting dalam menjalankan kebijakan yang inklusif.
Dengan latar belakang dan dukungan yang kuat dari elemen buruh, Jumhur Hidayat diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan efektif dalam menangani isu-isu lingkungan yang krusial.




