Kabupaten Tulang Bawang Luncurkan Kawasan Ekonomi Biru untuk Ketahanan Pangan Nasional
KAGAMA.CO, JAKARTA – Dilantik pada 25 Februari 2025, Bupati Kabupaten Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, MM., memiliki visi besar untuk mengembangkan dan membangun perekonomian di kabupaten yang dipimpinnya. Bupati bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta menyusun konsep Pengembangan Kawasan Ekanomi Biru Udang Manis yang mempersiapkan diri menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Udang Manis sendiri adalah slogan resmi Kabupaten Tulang Bawang yang merupakan akronim dari Unggul, Damai, Aman, Nyaman, Guyub, Mandiri, Agamis, Natural, Inovatif, dan Sejahtera. Slogan ini digunakan sebagai identitas daerah, visi pembangunan, serta dasar budaya kerja di Pemerintahan Kabupaten Tulang Bawang,
Sementara Kawasan Eknomi Biru Udang Manis merupakan sebuah rancangan pengembangan kawasan yang mensinergikan potensi kelautan, sungai, perairan darat dengan potensi pertanian, perkebunan dan peternakan dalam suatu gagasan yang penciptaan nilai tambah, integrated dan ramah lingkungan. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, disediakan Kawasan Industri Udang Manis seluas 500 hektare yang terhubung dengan kawasan pelabuhan dan pergudangan seluas 125 hektare.
Kabupaten Tulang Bawang memiliki luas wilayah 3.116 kilometer persegi atau hampir 10 persen dari luas wilayah Provinsi Lampung. Berdasarkan data tahun 2024, Kabupaten Tulang Bawang berpenduduk 450.340 jiwa. Kabupaten yang dibentuk pada tahun 1997 ini memiliki wilayah yang berbatasan sisi utara dengan Kabupaten Mesuji, sisi Selatan dengan Kabupaten Lampung Tengah, sisi Timur dengan Laut Jawa, dan sisi Barat dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Wilayahnya yang diapit oleh dua sungai besar yakni Way Mesuji dan Way Seputih serta dibelah oleh Sungai Way Tulang Bawang ini merupakan hamparan dataran rendah dan lahan rawa yang subur. Daerah ini merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Lampung yang kaya akan sumber daya air yang langsung terhubung dengan Laut Jawa dengan garis pantai mencapai 52 kilometer. Kabupaten Tulang Bawang berada 120 kilometer di sebelah Utara Kota Bandar Lampung yang dapat diakses melalui jalan tol Trans Sumatera selama 1,5 jam, dan berada 212 kilometer di sebelah Selatan Kota Palembang.
“Kami mempunyai perkebunan tebu yang luas, termasuk lahan HGU (hak guna usaha) dari Sugar Group Companies, perusahaan besar pemasok gula nasional. Berdasarkan data BPS di tahun 2021, Tulang Bawang punya kebun tebu seluas 41.340 hektare. Kami memiliki tambak untuk perikanan darat, seperti udang, seluas 16.250 hektare di Dipasena dan 7.340 hektare di Bratasena. Kawasan tambak ini merupakan tambak udang terluas se-Asia Tenggara. Di samping itu, Tulang Bawang kaya akan komoditas perkebunan terutama kelapa sawit yang pada tahun 2024 berjumlah 62.140 ton dan menyumbang 30 persen, karet 37.542 ton atau 21,7 persen dari produksi Provinsi Lampung.”
“Di sektor pertanian, kabupaten Tulang Bawang unggul dalam produksi padi yang pada tahun 2024 menghasilkan 414.448 ton yang menyumbang 15,2 persen produksi padi Provinsi Lampung, singkong dengan luas 26.843 hektare dengan hasil produksi 565.912 ton. Dari sektor peternakan besar, Tulang Bawang unggul dalam peternakan kerbau dengan jumlah populasi sejumlah 2.256 ekor dan menyumbang 23,9 persen jumlah populasi kerbau di Provinsi Lampung, sapi dengan populasi 32.459 ekor, domba dengan populasi 122.549 ekor,” ujar Qudrotul Ikhwan saat berbicang dengan KAGAMA.CO di Jakarta belum lama ini.




