Kampanye Gerak Gerik UMS Ajak Masyarakat Hidup Sehat Melalui Aktivitas Fisik
ums.ac.id, SURAKARTA – Di tengah meningkatnya gaya hidup sedentari akibat rutinitas kerja dan aktivitas digital, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan kampanye Gerak Gerik sebagai upaya mengajak masyarakat kembali aktif bergerak demi menjaga kesehatan fisik dan mental.
Kampanye ini menyoroti rendahnya aktivitas fisik yang kerap dialami pekerja kantoran maupun mahasiswa, yang berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung. Melalui pendekatan kreatif dan interaktif, Gerak Gerik berupaya menanamkan kesadaran bahwa aktivitas fisik sederhana dapat dilakukan di sela rutinitas harian.
Leader Project Gerak Gerik, Thania Auliaputri Andriyan, menegaskan bahwa kampanye ini ingin menekankan pentingnya aktivitas fisik sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa saja.
“Kami ingin menyuarakan bahwa aktivitas fisik tidak selalu harus berat. Stretching atau workout ringan di rumah sudah cukup, terutama bagi pekerja kantoran dan mahasiswa yang cenderung pasif,” jelasnya saat diwawancarai pada Kamis, (17/12).
Sebagaimana yang telah terlaksana, pada langkah awal, tim Gerak Gerik berkolaborasi dengan komunitas Solo Last Friday Ride (SLFR) dalam kegiatan bersepeda malam bersama warga Solo Raya pada Jumat, (28/11). Kegiatan rutin yang digelar setiap akhir bulan tersebut dimanfaatkan sebagai ruang kampanye yang dekat dengan masyarakat.
Dalam kolaborasi itu, tim Gerak Gerik melakukan sosialisasi kampanye, berinteraksi langsung dengan peserta, serta menggelar sejumlah challenge menarik. Materi edukasi juga dibagikan untuk memperkuat pemahaman peserta tentang pentingnya menjaga tubuh tetap aktif melalui aktivitas fisik rutin.
Salah satu peserta SLFR, Naufal, mengaku kegiatan bersepeda malam memberi dampak positif bagi kebugaran tubuh sekaligus kesehatan mental. Menurutnya, aktivitas fisik bersama komunitas menjadi sarana pelepas penat setelah rutinitas kerja yang padat.
“Kegiatan SLFR di malam Sabtu terakhir setiap bulan itu terasa seru dan menyenangkan. Bersepeda malam bareng komunitas bikin badan lebih rileks, apalagi setelah seminggu sibuk kerja. Rasanya jadi lebih sehat dan semangat lagi,” ujar Naufal.
Ia menambahkan, bergerak secara aktif tidak hanya menjaga kebugaran, tetapi juga membantu memunculkan ide-ide baru, terutama saat mengalami kejenuhan atau burnout akibat tekanan pekerjaan.
Rangkaian kampanye Gerak Gerik kemudian berlanjut melalui Visit Campaign yang dilaksanakan pada Minggu, (30/11), dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Car Free Day (CFD). Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas di ruang publik.
Dalam kegiatan CFD, tim Gerak Gerik berinteraksi langsung dengan pengunjung melalui berbagai challenge, pembagian merchandise, serta edukasi interaktif mengenai tujuan dan pesan kampanye. Antusiasme pengunjung terlihat dari partisipasi aktif masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan.
Ke depan, tim Gerak Gerik merencanakan kegiatan lari sejauh tiga kilometer yang menyasar masyarakat yang masih enggan berolahraga. Melalui kampanye berkelanjutan ini, Gerak Gerik diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat. (Yusuf/Humas)




