Keluarga Korban Penganiayaan Oknum Brimob Minta Proses Hukum Transparan
Porostimur.com, Tual — Kematian tragis Arianto Tawakal (14), siswa Madrasah Aliyah Negeri Kabupaten Maluku Tenggara, menyisakan duka mendalam sekaligus tuntutan keadilan dari pihak keluarga. Remaja tersebut diduga menjadi korban penganiayaan oknum anggota Brimob hingga meninggal dunia di RSUD Karel Sadsuitubun, Kamis (19/2/2026).
Peristiwa yang terjadi di Kota Tual ini memicu kecaman keras dari keluarga korban serta masyarakat. Mereka mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional.
Keluarga Kutuk Keras Dugaan Penganiayaan Ketua Kerukunan Keluarga Keturunan Arab (K3A) Moksen Ali
Ketua Kerukunan Keluarga Keturunan Arab (K3A) Moksen Ali, yang mewakili orang tua korban, menyampaikan kecaman keras atas tindakan yang diduga dilakukan oknum aparat terhadap anak di bawah umur tersebut.




