Kematian Bayi di Batuah Diduga Akibat Kelalaian Medis
Sumber Foto: Kaltimtoday.co
Hukum

Kematian Bayi di Batuah Diduga Akibat Kelalaian Medis

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Kematian seorang bayi berusia enam bulan asal Batuah memicu dugaan adanya kelalaian dalam pelayanan kesehatan. Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya mengungkap sejumlah kejanggalan dalam penanganan medis di puskesmas setempat.

Kuasa hukum orang tua korban, Titus Tibayan Pakalla, menyebutkan berdasarkan keterangan kliennya, bayi tersebut mulai sakit pada Sabtu (14/2/2026). Kondisinya yang memburuk membuat orang tua membawa korban ke puskesmas, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.

"Saat dibawa ke puskesmas, kondisi anak sudah demam tinggi dan mengalami sesak napas," ujar Titus di Samarinda.

Setibanya di puskesmas, tenaga medis dilaporkan melakukan pemeriksaan awal, termasuk pengecekan suhu tubuh. Petugas juga berupaya memberikan bantuan oksigen karena kondisi korban yang semakin kritis.

Namun, upaya penyelamatan tersebut diduga terkendala karena fasilitas yang tidak siap. Pihak keluarga menyebut tabung oksigen yang hendak digunakan dalam kondisi kosong.

"Berdasarkan keterangan orang tua korban, perawat menyampaikan bahwa tabung oksigen kosong, padahal di lokasi terdapat beberapa tabung," kata Titus.

Titus melanjutkan, kondisi bayi semakin memburuk selama berada di puskesmas sekitar 40 hingga 50 menit. Pihak puskesmas kemudian berencana merujuk pasien ke rumah sakit, namun proses rujukan kembali terkendala karena ambulans disebut tidak siap digunakan.

Lantaran kondisi darurat, orang tua korban memutuskan membawa sendiri anaknya ke RSUD IA Moeis menggunakan kendaraan pribadi. Namun, dalam perjalanan atau sekitar 500 meter dari puskesmas, bayi tersebut diduga telah meninggal dunia.

"Sesampainya di rumah sakit, dokter memastikan bahwa anak tersebut sudah tidak bernyawa dan diduga meninggal dalam perjalanan," jelasnya.

Titus menegaskan, pihak keluarga menduga kuat adanya kelalaian dari pihak puskesmas, terutama terkait ketersediaan oksigen dan kesiapan fasilitas penunjang medis lainnya.

"Ada dugaan tidak adanya pemeriksaan berkala terhadap fasilitas seperti tabung oksigen, sehingga saat dibutuhkan tidak dapat digunakan," tegas Titus.

Atas peristiwa tersebut, pihak keluarga saat ini tengah mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum lebih lanjut guna mencari keadilan atas meninggalnya sang buah hati.