Kemenag dan British Council Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Madrasah
Sumber Foto: jakarta.times.co.id
Internasional

Kemenag dan British Council Tingkatkan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Madrasah

Agenda Nasional - JAKARTA – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) mempertegas komitmennya membawa pendidikan Islam ke panggung dunia. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat secara resmi menutup program Continuing Professional Development (CPD) bagi guru Bahasa Inggris madrasah di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Menag Nasaruddin Umar mengatakan, program CPD yang merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kemenag dan British Council ini dirancang untuk merevolusi standar kompetensi pendidik, khususnya guru Bahasa Inggris di lingkungan madrasah.

Acara penutupan CPD tersebut juga dihadiri Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik, Seema Malhotra, serta Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey.

Dalam arahannya, Menag menekankan peran vital guru sebagai agen perubahan. Menurutnya, di tengah dunia yang semakin tanpa batas, penguasaan bahasa internasional bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan fundamental agar madrasah tetap relevan.

"Guru merupakan jantung dari sistem pendidikan. Jika kualitas jantungnya baik, maka seluruh tubuh—yaitu kemajuan siswa—akan mengikuti. Penguasaan Bahasa Inggris bagi guru madrasah adalah investasi strategis untuk memperluas cakrawala berpikir. Ini adalah kunci untuk menghubungkan siswa kita dengan pusat-pusat riset, inovasi, dan literatur global," tegasnya dalam keterangan pers yang diterima Jumat (27/2/2026).

Ia juga berpesan agar para guru tidak berhenti belajar setelah program ini usai. “Antusiasme yang Anda tunjukkan hari ini akan membentuk wajah masa depan pendidikan Indonesia yang unggul dan kompetitif,” tambahnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis), Amien Suyitno, dalam laporannya menjelaskan bahwa program pelatihan intensif tersebut berlangsung selama delapan minggu, mulai 1 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026. Sebanyak 720 guru Bahasa Inggris pilihan dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) dari seluruh Indonesia turut berpartisipasi.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemahiran bahasa, tetapi juga memperkuat kompetensi pedagogis yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Program ini menyasar ratusan guru, namun efek dominonya ditargetkan menjangkau ribuan ruang kelas dan komunitas pendidikan yang lebih luas. Penguatan kompetensi ini bertujuan memberdayakan guru agar lebih siap membimbing siswa di dunia yang saling terhubung, namun tetap teguh memegang identitas dan nilai-nilai luhur madrasah,” jelas Amien.

Langkah ini dinilai sebagai upaya nyata Kemenag dalam meningkatkan standar kualitas pendidikan Islam agar memiliki daya saing global. Menutup rangkaian acara, Menag berharap kolaborasi dengan Pemerintah Inggris dan British Council tidak bersifat seremonial, melainkan terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua negara.(*)