Klarifikasi Terkait Klaim PBB Memiliki Dokumen Tatanan Dunia Baru 2021-2030
Belakangan ini, sebuah video yang beredar di media sosial, khususnya Instagram, menunjukkan seorang pria yang membacakan dokumen yang diklaim sebagai agenda rahasia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menciptakan tatanan dunia baru atau New World Order untuk periode 2021-2030. Dalam video tersebut, disebutkan sejumlah agenda kontroversial, termasuk pembentukan satu pemerintahan dunia, penghapusan uang tunai, pengendalian ketat terhadap populasi, dan pelarangan obat herbal.
Namun, klaim-klaim tersebut perlu diteliti lebih lanjut. Dalam upaya verifikasi, Tempo melakukan penelusuran sumber video menggunakan teknologi pencarian gambar terbalik dan membandingkannya dengan informasi yang kredibel.
Agenda Pembangunan Berkelanjutan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa dokumen yang dibaca dalam video tersebut sebenarnya berkaitan dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang dipublikasikan di situs resmi PBB. SDGs terdiri dari 17 tujuan yang ingin dicapai secara global hingga tahun 2030, mencakup isu-isu kritis seperti pangan, kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, lingkungan, dan ekonomi.
Agenda-agenda tersebut disepakati oleh kepala negara dan perwakilan PBB dalam sebuah konferensi yang berlangsung di New York pada 25-27 September 2015. Tidak terdapat klausul yang mengarah pada pembentukan pemerintahan dunia, melainkan mendorong negara-negara untuk menerapkan tujuan-tujuan tersebut sesuai dengan konteks masing-masing.
Penolakan terhadap Teori Konspirasi
Klaim bahwa PBB bertujuan menciptakan tatanan dunia baru sering kali dikategorikan sebagai teori konspirasi. Seorang juru bicara PBB juga pernah menyatakan bahwa narasi tersebut tidak berdasar. Dalam sebuah pernyataan, Daniela Gross menegaskan bahwa dokumen yang beredar bukanlah dokumen resmi PBB dan merupakan cerita yang tidak nyata.
Selain itu, penelitian oleh media lain, seperti USA Today, juga menemukan bahwa tidak ada bukti yang mendukung adanya rencana PBB untuk membentuk satu pemerintahan global. Teori konspirasi ini diyakini berasal dari kelompok tertentu yang memanfaatkan Agenda 21 dan Agenda 2030, yang keduanya berfokus pada keberlanjutan lingkungan, tanpa tujuan untuk menguasai dunia.
Keterangan Mengenai Video
Video yang beredar menampilkan seorang pria yang diidentifikasi sebagai Amnon Yitzhak, seorang pemuka agama dari Israel. Mythdetector, sebuah lembaga pemeriksa fakta di Jerman, menyebutkan bahwa video tersebut kemungkinan merupakan hasil rekayasa dan tidak mencerminkan fakta yang akurat mengenai agenda PBB.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, klaim bahwa PBB memiliki dokumen rahasia yang berisi agenda menciptakan tatanan dunia baru dengan satu pemerintahan adalah tidak benar. Narasi tersebut muncul dari kesalahpahaman mengenai Agenda 21 dan Agenda 2030, yang sebenarnya bertujuan untuk menjaga kelestarian Bumi dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat negara-negara untuk mengikutinya.




