KONI Kabupaten Bandung Bahas Strategi Siapkan Porprov 2026 di Tengah Pengurangan Anggaran
Sumber Foto: Sumedang Bagus
Agenda Utama

KONI Kabupaten Bandung Bahas Strategi Siapkan Porprov 2026 di Tengah Pengurangan Anggaran

SUMEDANG BAGUS — Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Bandung menggelar rapat pleno bersama para pengurus cabang olahraga yang menjadi anggotanya pada hari Rabu (25/2/2026), di ruang rapat Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung, Kompleks Olahraga Stadion Si Jalak Harupat. Agenda utama rapat adalah menyikapi pengurangan anggaran hibah daerah yang berdampak langsung pada persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV Tahun 2026.

Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Ating Rochyadi, jajaran pengurus KONI Kabupaten Bandung.

Dalam arahannya, Ating Rochyadi mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama KONI telah melakukan diskusi intensif terkait kondisi fiskal daerah yang mengalami penurunan signifikan.

“Kita harus menyusun rencana strategis agar target 100 medali emas tetap bisa tercapai. Kolaborasi dengan cabang olahraga sangat diperlukan, sehingga rapat pleno ini menjadi forum penting untuk menyatukan langkah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengurangan transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat mencapai hampir Rp1 triliun, sehingga berpengaruh pada alokasi hibah untuk olahraga. Meski demikian, pihaknya meminta seluruh cabang olahraga tetap optimistis dan tidak mengurangi program pembinaan atlet.

Dispora Kabupaten Bandung menegaskan cabang olahraga yang berpotensi meraih medali emas akan menjadi prioritas keberangkatan pada Porprov 2026. Sementara cabang lain tetap diperbolehkan berpartisipasi sebagai bagian dari pembinaan.

“Cabor yang menjadi target medali harus tetap diberangkatkan. Di luar itu, jika ingin berangkat untuk pembinaan, sah-sah saja berangkat secara mandiri,” kata Ating.

Dengan anggaran sekitar Rp6,3 miliar, pencapaian target 100 medali emas diakui cukup berat. Namun pemerintah daerah masih membuka peluang penambahan anggaran melalui perubahan APBD, dukungan CSR, maupun sumber pendanaan lain.

Selain dukungan anggaran, Dispora juga menyiapkan fasilitas latihan di kawasan olahraga Si Jalak Harupat sebagai bentuk dukungan nonfinansial bagi atlet.

“Semua venue kami siapkan untuk pembinaan dalam rangka persiapan Porprov,” tambahnya.

Ketua KONI Kabupaten Bandung Yana Suryana menegaskan rapat pleno ini bertujuan merumuskan strategi menghadapi pengurangan anggaran sekaligus menjaga semangat cabang olahraga.

Ia mengungkapkan bahwa pada Porprov sebelumnya, Kabupaten Bandung mampu meraih 73 medali emas dengan dukungan anggaran sekitar Rp20 miliar. Dengan anggaran saat ini yang jauh lebih kecil, target realistis diperkirakan berada di kisaran 25 hingga 35 medali emas.

“Namun kita tetap optimistis. Kami berharap ada penambahan anggaran melalui perubahan APBD atau dukungan sponsor,” ujarnya.

Yana juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna yang dinilai masih memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga meski kondisi keuangan daerah terbatas.

Menurutnya, KONI akan tetap memprioritaskan program pembinaan atlet dan keberangkatan kontingen ke Porprov 2026 sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

“Kita fokus pembinaan dan tetap semangat menatap Porprov. Kondisi anggaran terbatas juga dialami daerah lain, jadi kita tidak boleh pesimis,” katanya.

Harapan Tetap Optimistis

Rapat pleno ini menghasilkan kesepakatan bahwa seluruh cabang olahraga diminta tetap menjalankan program pembinaan secara maksimal sambil menunggu kepastian tambahan anggaran. Bidang pembinaan prestasi KONI akan merumuskan teknis keberangkatan kontingen berdasarkan prioritas medali.

Dengan strategi kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, serta kemungkinan dukungan sponsor, Kabupaten Bandung diharapkan tetap mampu bersaing pada Porprov Jawa Barat XV Tahun 2026.***