Lapas Tual Berikan Pelatihan Otomotif untuk Reintegrasi Sosial WBP
Agenda Nasional - Ambon (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tual Maluku memberikan pelatihan keterampilan otomotif kepada 20 warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai upaya memperkuat reintegrasi sosial agar memiliki bekal kerja dan mampu mandiri setelah bebas menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Tual Nurchalis Nur di Tual, Rabu mengatakan program tersebut merupakan komitmen nyata lembaga pemasyarakatan dalam menjalankan fungsi pembinaan dan reintegrasi sosial.
“Kami tidak hanya ingin warga binaan sekadar menjalani masa hukuman, tapi kami ingin mereka pulang membawa keahlian. Melalui bengkel kerja ini, mereka dilatih dengan standar yang sama dengan bengkel profesional di luar sana. Hasilnya bisa kita lihat, kualitas kerja mereka sudah diakui masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan berpusat di bengkel kerja Lapas Tual. Para warga binaan melayani servis berkala hingga perbaikan mesin berat pada kendaraan milik masyarakat umum maupun kendaraan dinas.
Ia menjelaskan, pelatihan otomotif menjadi salah satu program unggulan pembinaan kemandirian karena memiliki peluang usaha dan lapangan kerja yang luas di masyarakat.
Senada dengan itu, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Tual L. Laitera mengatakan pelatihan diberikan secara sistematis, mulai dari pemeliharaan rutin kendaraan, perbaikan sistem kelistrikan, hingga teknik bongkar pasang mesin.
“Para warga binaan yang bertugas di sini telah melalui seleksi dan pelatihan khusus. Kami memastikan setiap pengerjaan dipantau dengan ketat sehingga kualitasnya terjaga. Fokus kami adalah membangun etos kerja dan kedisiplinan, agar saat bebas nanti mereka sudah siap membuka usaha sendiri atau bekerja di bengkel besar,” katanya.
Dengan semakin berkembangnya bengkel kerja tersebut, Lapas Tual membuktikan bahwa proses pembinaan tidak sebatas teori, melainkan langkah konkret dalam mencetak sumber daya manusia yang produktif dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di Maluku Tenggara dan Kota Tual setelah kembali ke lingkungan sosialnya.




