Mahasiswa FKUI Sukses Publikasikan Penelitian Kanker Paru di Jurnal Internasional
Agenda Nasional - Tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2021, yaitu Zidan Fawwaz Ausath, Muhammad Zen Zaidan, dan Marvel Pratama Tjiaman, berhasil mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q3. Artikel mereka yang berjudul “Robotic-assisted versus Video-assisted Thoracoscopic Surgery for Non-Small-Cell Lung Cancer: A Systematic Review and Meta-Analysis of Prospective Studies” diterbitkan dalam jurnal Surgical Practice. Penelitian tersebut dilakukan di bawah bimbingan Staf Pengajar Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, dr. Hana Khairina Putri Faisal, Ph.D., Sp.P(K)-Onk bersama , dari Rumah Sakit Persahabatan.
Penelitian tersebut membahas perbandingan dua pendekatan bedah minimal invasif pada pasien kanker paru, yaitu robotic-assisted thoracic surgery (RATS) dan video-assisted thoracoscopic surgery (VATS), khususnya pada kasus non-small cell lung cancer (NSCLC).
Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemukan di dunia, dengan sekitar 85 persen kasus termasuk dalam kategori NSCLC. Meskipun VATS telah banyak digunakan sebagai prosedur bedah minimal invasif, teknik ini masih memiliki beberapa keterbatasan, seperti pergerakan instrumen yang terbatas dan koordinasi tangan-mata yang kurang optimal. Di sisi lain, pendekatan RATS hadir dengan teknologi robotik yang menawarkan fleksibilitas gerak instrumen yang lebih luas serta presisi yang lebih baik.
Melalui metode systematic review dan meta-analysis, tim peneliti melakukan penelusuran literatur dari berbagai basis data ilmiah untuk menilai perbandingan luaran klinis antara kedua teknik tersebut. Analisis dilakukan terhadap delapan studi prospektif yang melibatkan total sekitar 1.900 pasien kanker paru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur RATS memiliki keunggulan dalam jumlah stasiun kelenjar getah bening yang berhasil didiseksi serta menunjukkan hasil yang lebih baik pada parameter 3-year disease-free survival.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa RATS bersifat non-inferior atau tidak lebih buruk dibandingkan VATS, bahkan menunjukkan keunggulan pada beberapa parameter penting, seperti jumlah stasiun kelenjar getah bening yang berhasil didiseksi. Di tengah semakin gencarnya upaya skrining dan deteksi dini kanker paru, temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah bagi para klinisi dalam mempertimbangkan pilihan metode bedah minimal invasif yang optimal dalam tatalaksana kanker paru, khususnya kanker paru stage awal.
Staf Pengajar Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, dr. Hana Khairina Putri Faisal, Ph.D., Sp.P(K)-Onk menyampaikan apresiasinya terhadap capaian para mahasiswa yang berhasil menembus publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam penelitian ilmiah merupakan bagian penting dalam membangun kapasitas akademik sejak dini.
“Pencapaian luar biasa ini merupakan bukti bahwa kualitas riset mahasiswa FKUI mampu bersaing secara global dan patut diapresiasi. Saya sangat terkesan dengan antusiasme Zidan, Zen dan Marvel dalam melakukan penelitian dan membuat karya ilmiah. Semoga semangat ini terus konsisten demi kemajuan ilmu kedokteran di masa depan,” ujar dr. Hana Khairina Putri Faisal, Ph.D., Sp.P(K)-Onk
Sementara itu, salah satu mahasiswa penulis penelitian menyampaikan bahwa proses penyusunan penelitian hingga publikasi memberikan pengalaman berharga dalam memahami proses riset ilmiah secara komprehensif, mulai dari penelusuran literatur hingga analisis data.
“Pengalaman ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa. Kami juga sangat berterima kasih atas bimbingan dan arahan dari para pembimbing yang telah mendukung kami selama proses penelitian hingga publikasi.” ujar Muhammad Zen Zaidan.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Anna Rozaliyani, M.Biomed., Sp.P(K), turut menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa FKUI yang berhasil mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FKUI tidak hanya unggul dalam pendidikan klinis, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian. Publikasi ilmiah pada jurnal internasional merupakan langkah penting dalam memperkuat budaya riset serta meningkatkan kontribusi FKUI dalam pengembangan ilmu kedokteran di tingkat global,” ujar Prof. Anna.




