Mahasiswa UMM Ciptakan Inovasi Kesehatan AI dan Raih Medali Perak di ISC 2026
Sumber Foto: Universitas Muhammadiyah Malang
Internasional

Mahasiswa UMM Ciptakan Inovasi Kesehatan AI dan Raih Medali Perak di ISC 2026

Rakyat Press.com – Inovasi di bidang kesehatan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau AI, yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil meraih perhatian. Tim UMM meraih Silver Medal dalam kategori Health pada ajang 2nd International Student Competition (ISC) 2026.

Ajang tersebut diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Kuala Lumpur, pada 14 – 15 Februari 2026. Inovasi yang diusung tim ini bernama NEOSENTIA, sebuah sistem deteksi risiko maternal secara real-time yang mengintegrasikan teknologi AI Guardian Driven System.

Scroll To Continue with Content

Vera Miftakul Rahma Kamal, pemimpin tim dari Program Studi Kedokteran, menjelaskan bahwa NEOSENTIA dirancang sebagai asisten pintar untuk ibu hamil. Sistem ini terhubung langsung dengan tenaga medis dan bekerja secara non-invasif.

NEOSENTIA mengumpulkan data dari perangkat wearable, laporan gejala mandiri, serta rekam medis elektronik.

Rahma menjelaskan, “Aplikasi ini mampu melakukan analisis risiko secara berkelanjutan. Melalui sistem ini, potensi komplikasi kehamilan dapat terdeteksi lebih dini sehingga intervensi medis bisa dilakukan tepat waktu.”

Fitur multibahasa menjadi salah satu keunggulan NEOSENTIA, sehingga memungkinkan aksesibilitas yang lebih luas bagi pengguna dari berbagai latar belakang. Dokter atau bidan juga dapat memantau kondisi pasien secara real-time melalui platform berbasis website.

Keberhasilan tim UMM didukung oleh kolaborasi lintas disiplin ilmu. Tim ini dibimbing oleh dr. Desy Andari, M.Biomed., dan beranggotakan mahasiswa dengan keahlian yang saling melengkapi: Vera Miftakul Rahma Kamal (Kedokteran), Wildan Hidayatullah (Farmasi), Hawa Restu Dwinanta (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Khoirul Umar (Ilmu Komunikasi).

Sinergi ini menghasilkan inovasi yang tidak hanya kuat secara medis dan farmakologis, tetapi juga matang dari sisi komunikasi publik serta kemudahan bahasa bagi pengguna internasional.

Kompetisi ISC 2026 yang diselenggarakan oleh Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) UPM diikuti oleh 100 tim finalis dari delapan negara. Negara-negara tersebut adalah Malaysia, Kazakhstan, Nigeria, Suriah, Brunei Darussalam, Somalia, dan Thailand, selain Indonesia.

Rahma menambahkan, “Kompetisi ini sangat selektif, mulai dari seleksi abstrak, pengiriman full paper, hingga presentasi final di depan dewan juri internasional.”

Apresiasi tinggi diberikan oleh dosen pembimbing, dr. Desy Andari, M.Biomed., atas capaian mahasiswanya. Ia menilai prestasi ini mencerminkan ekosistem akademik UMM yang mendukung riset aplikatif dan berdampak.

dr. Desy berharap, “Kami berharap NEOSENTIA tidak berhenti di panggung kompetisi, tapi terus dikembangkan menuju tahap implementasi nyata di layanan kesehatan serta dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional.”