Masjid Negara dan Gereja Basilika Nusantara Siap Sambut Agenda Besar Keagamaan
IKN – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafi’i, bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, melakukan peninjauan terhadap progres pembangunan rumah ibadah di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Kamis, 12 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur rumah ibadah dalam menyambut rangkaian agenda keagamaan nasional yang akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag menyampaikan bahwa dua ikon rumah ibadah, yaitu Masjid Negara dan Gereja Basilika Nusantara, siap untuk difungsikan dalam waktu dekat. Ia menekankan pentingnya kesiapan Masjid Negara menjelang hari kedua Ramadan 1447 H, di mana Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dijadwalkan hadir untuk melaksanakan salat tarawih dan memberikan tausiyah.
“Pihak Otorita menyampaikan bahwa Masjid Negara pada tanggal tersebut sudah bisa digunakan sepenuhnya. Kami hanya menunggu pemasangan karpet dan penyiapan meubeler, yang saat ini sedang dalam proses. Ini artinya, pada 2 Ramadan insyaallah aman,” ungkap Wamenag dengan optimis.
Tidak jauh dari Masjid Negara, Wamenag juga meninjau Gereja Basilika Nusantara, yang dipersiapkan untuk menjadi tuan rumah Pertemuan Uskup se-Indonesia pada bulan Mei mendatang. Berdasarkan laporan dari Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Kalimantan Timur Kementerian Pekerjaan Umum, Efry Biaktama Meliala, fasilitas gereja termasuk rumah uskup diharapkan sudah bisa difungsikan paling lambat pada bulan depan. Namun, terdapat perhatian khusus terkait elemen ikonik bangunan ini.
“Yang menjadi perhatian khusus adalah pemasangan lonceng dan salibnya, karena ini didatangkan langsung dari Belanda,” jelas Wamenag. Ia menambahkan, “Yang terpenting, pelaksanaan pertemuan uskup pada bulan kelima mendatang bisa dilaksanakan.”
Sebagai bagian dari upaya memperkuat toleransi di IKN, Wamenag juga menginformasikan bahwa pemerintah telah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah ibadah agama lainnya, termasuk Gereja Kristen, Pura, Vihara, dan Klenteng. “Pihak Otorita IKN menyatakan lahannya sudah tersedia. Kami berharap proses pembangunannya bisa dimulai pada tahun ini atau tahun 2027,” terangnya.
Di sisi lain, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalimantan Timur, Abdul Khaliq, menegaskan kesiapan jajarannya untuk mendukung transisi pengelolaan rumah ibadah di IKN. “Kanwil Kemenag Kaltim berkomitmen penuh untuk mendukung koordinasi teknis di lapangan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembangunan rumah ibadah yang berdampingan di IKN merupakan simbol nyata moderasi beragama di Indonesia.
“Kami terus memantau progres ini bersama Otorita IKN, tidak hanya dari segi fisik bangunan, tetapi juga bagaimana rumah-rumah ibadah ini dapat menjadi pusat harmoni dan kerukunan bagi seluruh umat beragama di Ibu Kota Nusantara,” tutupnya.




