Menteri LH Tinjau Pergudangan Taman Tekno BSD: IPAL Tidak Terlihat, Pencemaran Terjadi
Sumber Foto: Kabar6.com
Teknologi

Menteri LH Tinjau Pergudangan Taman Tekno BSD: IPAL Tidak Terlihat, Pencemaran Terjadi

Kabar6 – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq menyebutkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di kawasan pergudangan Taman Tekno BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bukannya buruk. Imbasnya ekosistem air serta udara di sekitar daerah Tangerang Raya tercemar.

“Saya tidak melihat IPAL buruk, tetapi saya tidak melihat ipalnya,” kata Hanif menjawab pertanyaan kabar6.com di lokasi, Jum’at (13/2/2026).

**Baca Juga: Dewan Tangsel Sebut Banyak Gudang Kimia di Taman Tekno BSD

Politikus asal Partai Amanat Nasional itu dari depan gudang milik PT Biotek Saranatama berjalan menelusuri rerumputan menuju Kali Jaletreng. Jalan becek serta terjal dilaluinya hingga dirinya sampai di jembatan.

Hanif terus berbincang dengan Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup Irjen (Pol) Rizal Irawan serta Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo. Ia terlihat serius mengamat bidang lahan sekitar pergudangan Taman Tekno BSD.

“Ipalnya tidak ada, jadi tidak mau bisa katakan buruk,” tegasnya. Hanif melihat kesalahan fatal dan lama pembiaran hingga terjadi kasus pencemaran ekosistem.

Menurutnya, untuk setiap kawasan pergudangan khususnya yang menyimpan bahan beracun berbahaya (B3) ada perlakuan khusus. Memiliki IPAL untuk meminimalisir terjadinya pencemaran terhadap lingkungan sekitar.

“Nah ini tentu kesalahan fatal yang tidak boleh dilakukan. Jadi kami dengan teman-teman polri akan mendalami lebih detail, karena sejatinya untuk chemical ini ada perlakuan yang lebih ketat daripada IPAL biasanya,” jelas Hanif.

Diketahui, gudang yang menyimpan 20 ton pestisida milik PT Biotek Saranatama di Taman Tekno BSD, Kecamatan Setu, Kota Tangsel kebakaran pada Senin, 9 Februari 2026 sekitar pukul 04.25 WIB kemarin. Bahan kimia padat serta cair yang tersemprot air mengalir ke Kali Jaletreng.

Permukaan air Kali Jaletreng pada pagi itu langsung berubah warnah menjadi putih. Warga sekitar mengendus aroma bau menyengat seperti bahan bakar minyak hingga disinyalir terjadi pencemaran udara.

Kemudian tak berselang lama ribuan jenis ikan mabuk hingga mati. Dampak pencemaran daerah aliran sungai sampai ke daerah Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.(yud)

IPAL Menteri LH Pergudangan Taman Tekno BSD Tidak Melihat Tinjau

Ikuti Kami

Navigasi pos

Pos sebelumnya Kejati Banten Limpahkan Dua Tersangka Korupsi Minyak Goreng ke JPU

Pos berikutnya DLH Tangerang Tanam Ribuan Pohon Upaya Penghijauan Sekitar TPA