Pemerintah Diminta Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Narkoba Baru
Sumber Foto: Inilah.com
Internasional

Pemerintah Diminta Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Narkoba Baru

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menekankan, pemerintah mesti memperkuat kerja sama intelijen internasional guna mencegah adanya jalur baru penyelundupan narkoba, imbas tewasnya gembong narkoba Meksiko " El Mencho".

Menurut Amelia, pernyataan Badan Narkotika Nasional mengenai keterkaitan bandar narkotika di Meksiko dengan jaringan penyelundupan ke Indonesia menambah dimensi keamanan yang lebih kompleks.

Situasi seperti itu justru dapat membuka celah baru distribusi narkotika ke pasar-pasar yang sudah teridentifikasi, termasuk Indonesia.

"Pendekatan ini harus dilakukan secara terintegrasi antara diplomasi, intelijen, dan penegakan hukum," ujar Amelia di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Dia menyebut, kematian seorang figur kunci dalam jaringan kartel sering kali tidak menghentikan aktivitas kejahatan terorganisasi, melainkan berpotensi memicu fragmentasi kelompok dan perebutan kekuasaan internal.

Selain memperkuat kerja sama intelijen, menurut dia, pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan di pintu-pintu masuk strategis, serta memperdalam pertukaran data dengan aparat penegak hukum negara mitra.

Ancaman terhadap Indonesia

Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap Indonesia tidak selalu datang dalam bentuk konflik bersenjata langsung, tetapi juga melalui jaringan kriminal transnasional yang bergerak dinamis mengikuti perubahan situasi global.

Amelia melanjutkan, negara harus hadir secara proaktif, baik dalam melindungi warga negaranya maupun dalam menjaga kedaulatan dari ancaman narkotika yang bersifat lintas batas.

"Keamanan WNI dan ketahanan nasional harus dipastikan berjalan beriringan melalui respons yang cepat, terkoordinasi, dan berbasis pada analisis risiko yang komprehensif," katanya.

Sebelumnya, Pasukan Khusus Angkatan Darat Meksiko menewaskan tujuh anggota Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), termasuk pemimpinnya Nemesio Oseguera Cervantes alias "El Mencho," dalam operasi militer di Jalisco pada Minggu (22/2/2026).

Kementerian Pertahanan menyebutkan operasi itu dilakukan di Tapalpa, basis CJNG, dengan dukungan Garda Nasional, intelijen nasional, Kejaksaan Agung, serta pesawat Angkatan Udara untuk menangkap Oseguera.