Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara 2023 di Tiga Provinsi
Puncak Peringatan di DI Yogyakarta, Bangka Belitung, dan Sumatera Barat
Puncak peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara tahun 2023 akan berlangsung serentak di tiga provinsi, yaitu DI Yogyakarta, Bangka Belitung, dan Sumatera Barat. Acara ini dijadwalkan pada 1 Maret 2023 dan akan disiarkan secara langsung melalui platform YouTube mulai pukul 09.15 WIB.
Agenda Utama: Pentas Teatrikal dan Talkshow
Agenda utama dalam peringatan ini adalah pentas teatrikal yang mengisahkan latar belakang penetapan Hari Penegakan Kedaulatan Negara, yang berakar dari peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1946. Setiap lokasi akan menampilkan segmen cerita yang berbeda. Pertunjukan pertama akan diadakan di Yogyakarta, yang mengisahkan Agresi Militer Belanda II, penangkapan para pemimpin Indonesia, serta pengasingan mereka.
Selanjutnya, di panggung Sumatera Barat, akan ditampilkan kisah pembentukan Pemerintah Darurat RI (PDRI) dan perjuangan yang menyertainya. Sebagai tambahan informasi, di sela-sela pementasan, akan ada talkshow yang menghadirkan narasumber dari Sumatera Barat yang membahas seluk-beluk PDRI, diikuti dengan pemaparan dari narasumber di Bangka Belitung mengenai pengasingan para pemimpin Indonesia.
Pementasan diakhiri di Bangka Belitung, yang menggambarkan kehidupan para pemimpin setelah peristiwa 1 Maret 1949 hingga kembali ke Yogyakarta. Acara ini ditutup dengan aksi di panggung Yogyakarta, yang menunjukkan kembalinya para pemimpin ke Yogyakarta dan bagaimana Indonesia mulai diperhatikan dunia internasional pasca-serangan tersebut.
Streaming Acara Peringatan
Seluruh rangkaian acara puncak peringatan akan ditayangkan secara streaming melalui kanal YouTube Taste Of Jogja. Siaran langsung ini terdiri dari dua bagian, yaitu tirakatan yang dilakukan pada malam sebelumnya, yaitu Selasa, 28 Februari 2023, pukul 19.00 WIB, dan puncak acara pada Rabu, 1 Maret 2023, mulai pukul 09:15 WIB.
Sejarah Penetapan Hari Penegakan Kedaulatan Negara
Hari Penegakan Kedaulatan Negara pertama kali diperingati pada 1 Maret 2022 berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022. Peringatan ini tidak ditetapkan sebagai hari libur, sesuai dengan ketentuan dalam kebijakan tersebut.
Beberapa pertimbangan penting dalam penetapan hari ini meliputi pengakuan Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat setelah proklamasi pada 17 Agustus 1945, serta perlawanan dari Belanda yang dihadapi melalui agresi militer dan propaganda politik di tingkat internasional. Selain itu, Serangan Umum 1 Maret 1949 dianggap sebagai titik penting dalam perjuangan bangsa untuk menegakkan eksistensi dan kedaulatan negara di dunia internasional.
Gagasan untuk melakukan serangan ini berasal dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan diperintahkan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman, serta mendapatkan persetujuan dari Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, dengan dukungan dari Tentara Nasional Indonesia dan berbagai komponen bangsa lainnya.




