Permata Bank Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Capai 5,1–5,2%
Permata Bank melalui Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 5,1–5,2% pada 2026. Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan potensi peningkatan menuju 5,2–5,3% terbuka apabila tekanan eksternal mereda dan reformasi struktural semakin memperkuat keyakinan pelaku usaha serta konsumen.
Ia menambahkan dalam proyeksi tersebut, konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi diperkirakan tetap menjadi penopang utama, sementara volatilitas pasar keuangan global serta dinamika perdagangan dunia menjadi faktor yang perlu dicermati.
“Prospek pertumbuhan tetap baik, namun dinamika perdagangan global, konflik geopolitik, dan perlambatan ekonomi Tiongkok perlu terus dicermati. Kebijakan domestik harus dikelola secara hati-hati agar dukungan terhadap pertumbuhan tetap sejalan dengan stabilitas makroekonomi, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar dan biaya pendanaan di pasar keuangan,” tuturnya pada taklimat media daring di Jumat (22/2/2026).
Para periset PIER mengamati ruang pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka dan terbatas untuk ditetapkan oleh otoritas fiskal dan moneter pada 2026. Hal ini seiring inflasi inti yang relatif terjaga dan prospek penurunan suku bunga global yang lebih gradual. Namun, tekanan harga pangan yang bersifat musiman serta risiko dari pelemahan nilai tukar perlu diantisipasi agar inflasi tetap terkendali.
"Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, mengelola volatilitas pasar, dan mempertahankan persepsi risiko yang sehat bagi pasar keuangan domestik, sekaligus memastikan transmisi kebijakan ke pembiayaan sektor produktif berjalan efektif," jelasnya. (*)




