Prabowo dan Raja Yordania Bahas Pemulihan Gaza dan Kerja Sama Investasi
AMMAN, KOMPAS.TV - Rangkaian diplomasi luar negeri Presiden Prabowo Subianto berlanjut ke kawasan Timur Tengah.
Setelah merampungkan misi kenegaraan di Washington DC, Amerika Serikat, dan London, Inggris, Kepala Negara kini mendarat di Amman, Yordania.
Di ibu kota tersebut, Presiden Prabowo diagendakan melaksanakan pertemuan bilateral dengan Raja Yordania Abdullah II ibn Al-Hussein di Istana Al Husseiniya, Rabu (25/2) siang.
Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi agenda utama sekaligus titik kulminasi dalam lawatan Presiden di Yordania yang berlangsung pada 24 hingga 25 Februari 2026.
Lebih dari sekadar kunjungan balasan, pertemuan kedua pemimpin ini membawa agenda strategis berskala global dan nasional.
Setelah disambut upacara kehormatan militer dan melakukan pertemuan empat mata, sebagaimana dilaporkan Antara, Prabowo dan Raja Abdullah II bersiap membedah dua fokus utama: strategi pemulihan Gaza, Palestina, serta tindak lanjut kerja sama investasi multisektor.
Misi Dewan Perdamaian Gaza
Pembahasan isu geopolitik Palestina menjadi krusial mengingat Indonesia dan Yordania tergabung sebagai anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace /BoP) Gaza.
Bersama Uni Emirat Arab, Pakistan, Turki, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir, dewan ini bergerak mewujudkan gencatan senjata permanen, menciptakan perdamaian, dan mendukung kemerdekaan rakyat Palestina.
Posisi Yordania memainkan peran vital karena berbatasan langsung dengan Israel dan wilayah Tepi Barat, Palestina.
Sejak 2025, Yordania dan Indonesia telah berkolaborasi menembus blokade darat militer Israel guna mengirimkan bantuan kemanusiaan langsung ke warga Gaza.
Tindak Lanjut Investasi
Selain urusan kemanusiaan, pertemuan delegasi kedua negara juga menindaklanjuti kesepakatan dari pertemuan sebelumnya di Jakarta pada 14-15 November 2025.
Saat itu, Raja Yordania secara terbuka mengundang Indonesia untuk menanamkan modal pada tiga proyek strategis, yakni pipanisasi gas, jalan tol, dan logistik.
Keduanya juga akan mematangkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pertahanan, pertanian, pendidikan, urusan wakaf dan keagamaan, kesehatan, hingga sains dan teknologi.
Pertemuan di Istana Al Husseiniya ini menandai lawatan kenegaraan kedua Prabowo ke Amman, setelah kunjungan perdananya pada pertengahan April 2025.
Dalam mengeksekusi rangkaian agenda penting ini, Presiden Prabowo mendapat pengawalan langsung dari jajaran menteri dan pejabat teras Istana.
Delegasi pendamping meliputi Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Turut hadir di meja delegasi adalah Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden Bidang Analisa Data Strategis Agung Gumilar Saputra, serta Duta Besar RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono.




