Presiden Jokowi Jelaskan Transformasi Melalui Pemindahan Ibu Kota Negara
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pemindahan ibu kota negara bukan sekadar pembangunan gedung-gedung pemerintahan. Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur akan menjadi bagian dari transformasi struktural Indonesia untuk menciptakan tata kehidupan yang lebih baik.
Dalam peresmian pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) periode 2021-2026, Jokowi menyatakan, "IKN akan kita jadikan sebagai sebuah showcase transformasi, baik di bidang lingkungan, cara kerja, basis ekonomi, teknologi, termasuk di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih berkualitas."
Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan bahwa pemindahan ibu kota juga mencakup perubahan cara kerja dan pola pikir yang berfokus pada ekonomi modern serta membangun kehidupan sosial yang lebih adil dan inklusif. Ia menyatakan, "Pindah ibu kota adalah pindah cara kerja, pindah mindset dengan berbasis pada ekonomi modern."
Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya tata sosial yang lebih majemuk dan toleran di IKN, serta mengedepankan etika dan akhlak mulia. Ia mengharapkan dukungan semua pihak dalam pelaksanaan program IKN dan berbagai transformasi besar yang sedang berlangsung.
Jokowi percaya bahwa ICMI memiliki kapasitas besar untuk berkontribusi melalui gagasan dan pemikiran. "Bukan hanya menjadi role model Islam rahmatan lil ‘alamin, tetapi juga kontribusi profesional sesuai keahlian masing-masing untuk menjamin kemajuan Indonesia Maju," ungkapnya.
Sehari sebelumnya, DPR telah resmi menyetujui RUU Ibu Kota Negara menjadi Undang-Undang, yang diharapkan dapat memberikan payung hukum bagi pembangunan IKN di Kalimantan Timur.




