Produk AS Bebas TKDN, Peluang Baru untuk Google Pixel dan iPhone di Indonesia
Liputan6.com, Jakarta - Berita soal produk AS, termasuk Google Pixel hingga iPhone yang bebas dari kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Minggu (22/2/2026) kemarin.
Jika demikian, apakah harga iPhone akan menjadi lebih murah di Indonesia? Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.
1. Produk AS Bebas TKDN: Pixel Berpeluang Masuk dan iPhone Lebih Cepat Rilis di RI, Bagaimana Nasib HP China?
Pemerintah Indonesia baru saja membebaskan produk dan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) dari kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Langkah strategis ini dikukuhkan melalui penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington DC pada 19 Februari 2026.
Kebijakan ini diprediksi akan mengubah peta persaingan pasar smartphone di Tanah Air. Produk ikonik seperti Google Pixel yang selama ini absen karena terganjal aturan TKDN sebesar 30-40 persen, berpeluang akan masuk secara resmi di Indonesia.
BACA JUGA:Perjanjian Dagang AS: Indonesia Tak Dapat Tarik Pajak Google hingga Netflix CsBerbeda dengan Google, Apple yang selama ini menyiasati aturan TKDN lewat jalur investasi pendidikan--dengan pembebasan TKDN secara total--perusahaan asal Cupertino itu kemungkinan tidak lagi terikat pada skema tersebut dan iPhone bisa dirilis lebih cepat di Tanah Air.
Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mengatakan dengan dihapusnya TKDN akan membuat produk-produk dari AS bisa masuk ke pasar Indonesia dengan lebih mudah.
“Google Pixel berpeluang bisa dijual di dalam negeri secara resmi atau iPhone terbaru bisa meluncur lebih cepat dibandingkan sebelumnya,” ujar Huda kepada Tekno Liputan6.com, Minggu (22/2/2026).
Namun demikian, ia menuturkan, akan tetap ada proses importasi yang harus dipenuhi oleh importir barang tersebut sehingga membutuhkan waktu juga, tidak bersamaan dengan rilis global.
“Terlebih untuk lisensi impor produk Apple tidak dipegang oleh produsen (Apple) itu sendiri, melainkan pihak ketiga,” ucap Huda menambahkan.
Sementara Pengamat Gadget, Dedy Irvan, berpendapat bahwa TKDN kemungkinan bukan satu-satunya alasan beberapa brand belum menjual produknya di Indonesia.
2. Harga iPhone Bisa Lebih Murah Imbas Produk AS Bebas TKDN?
Keputusan pemerintah Indonesia yang menghapus kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk produk dan perusahaan asal Amerika Serikat (AS), akan membuat Apple kembali mendapatkan karpet merah.
Jika iPhone bisa masuk tanpa aturan TKDN, Apple cukup mengajukan sertifikat SDPPI (Postel). Sementara brand ponsel non-AS tetap harus memenuhi TKDN sebesar 30-40 persen, baik lewat manufaktur maupun software.
Bila demikian, apakah harga iPhone akan bisa lebih murah di Indonesia? Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, menilai bahwa hal itu belum tentu bisa terealisasikan.
“Saya rasa belum tentu (harga iPhone bisa turun) karena ada proses importasi dan bea masuk barangnya. Namun, pelonggaran (TKDN) ini bisa menyebabkan persaingan pasar ponsel pintar di Indonesia mengerucut kepada beberapa pemain saja,” ujarnya kepada Tekno Liputan6.com, Minggu (22/2/2026).
Hal yang perlu digarisbawahi adalah jangan sampai produsen yang sudah membangun pabrik di Indonesia malah beralih hanya menjadi ‘pedagang’.
“Yang saya khawatirkan adalah produsen yang sudah membangun pabrik di Indonesia akan beralih menjadi ‘pedagang’ saja. Produsen tersebut akan berpikir ulang terkait kelanjutan operasional pabrik di Indonesia,” tutur Huda.
3. Bocoran Kacamata Pintar Samsung vs Kacamata Pintar Apple, Mana yang Lebih Canggih?
Tahun lalu, Samsung mengumumkan tengah bekerja sama dengan salah satu merek kacamata fesyen untuk mengembangkan kacamata berbasis kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan asal Korea Selatan tersebut dikabarkan akan meluncurkan Galaxy Glasses sebagai produk pertama pada akhir 2026.
Apple juga dirumorkan sedang menyiapkan kacamata pintar serupa. Namun, perusahaan asal Cupertino itu disebut-sebut berpotensi menghadirkan teknologi yang lebih unggul dibandingkan produk milik Samsung.
Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa Apple saat ini tengah mempercepat pengembangan kacamata pintar generasi pertamanya dengan mendistribusikan lebih banyak unit prototipe kepada sejumlah karyawan terpilih.
Dikutip dari SamMobile, Minggu (22/2/2026)Apple menargetkan proses pengembangan rampung pada akhir 2026, sebelum meluncurkannya pada 2027.
Menurut laporan tersebut, kacamata pintar itu memiliki nama kode N50 dan akan dibekali speaker, mikrofon, serta dua kamera berkualitas tinggi.
Salah satu kamera dirumorkan mampu menangkap gambar dan video, sementara kamera lainnya berfungsi untuk tugas berbasis AI. Seperti perangkat serupa pada umumnya, kacamata pintar besutan Apple ini juga tidak diharapkan menyertakan layar atau tampilan onboard.
Baca selengkapnya di sini




