Ramadhan: Membangun Kesalehan Sosial dan Solidaritas Umat
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Ramadhan: Membangun Kesalehan Sosial dan Solidaritas Umat

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Sering kali Ramadhan dipahami sebagai momentum peningkatan ibadah pribadi: memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki hubungan dengan Allah. Namun dalam obrolan Religi Night Pro 2 Pekanbaru bersama Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Riau Burhanuddin Agung, Jumat, 13 Februari 2026 , ditegaskan Ramadan juga harus membangun kesalehan sosial.

Konsep takwa yang menjadi tujuan puasa tidak hanya berbicara soal hubungan individu dengan Tuhan, tetapi juga relasi sosial. Ciri orang bertakwa antara lain gemar bersedekah, mampu menahan amarah, dan memaafkan orang lain. Tiga dari empat ciri tersebut bersifat sosial.

Artinya, Ramadan seharusnya mengikis sikap individualistik dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Ibadah zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar pelengkap, tetapi instrumen untuk mengurangi kesenjangan ekonomi umat.

Masjid-masjid, menurut Burhanuddin, perlu merancang program yang berdampak jangka panjang. Dana Ramadan yang besar jangan hanya habis untuk kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jika dikelola dengan visi yang jelas, Ramadan dapat menjadi motor penggerak solidaritas sosial.

Selain itu, momentum Ramadan juga harus dimanfaatkan para dai dan penceramah untuk membahas isu-isu aktual: tantangan keluarga, krisis moral, ancaman perpecahan, hingga dampak negatif teknologi. Ceramah tidak cukup hanya membahas teknis ibadah, tetapi juga solusi konkret atas persoalan umat.

Pada akhirnya, akar krisis umat bukan semata faktor ekonomi, melainkan kurangnya rasa syukur dan kepuasan batin. Ketika seseorang mampu bersyukur, ia merasa cukup, dan dari rasa cukup itu lahir kemurahan hati.

Ramadan mengajarkan menahan diri sekaligus berbagi. Dari sana lahir pribadi yang kuat secara spiritual dan masyarakat yang solid secara sosial. Jika dijalani dengan kesadaran penuh, Ramadhan benar-benar bisa menjadi solusi bagi permasalahan umat hari ini.