Rekap Agenda Lawatan Presiden Amerika Serikat ke Negara Teluk
Sumber Foto: Tempo.co
Agenda Negara

Rekap Agenda Lawatan Presiden Amerika Serikat ke Negara Teluk

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, melakukan lawatan luar negeri pertamanya sejak dilantik, dengan mengunjungi negara-negara di Teluk Arab selama tiga hari. Perjalanan ini dimulai di Arab Saudi pada 12 Mei 2025 dan diakhiri di Uni Emirat Arab (UEA) pada 15 Mei 2025, melalui Qatar.

Kunjungan ini merupakan lawatan luar negeri kedua Trump sebagai presiden, setelah menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Roma pada April 2025. Arab Saudi menjadi negara pertama yang dikunjungi Trump dalam masa jabatannya, melanggar tradisi presiden AS sebelumnya yang biasanya dimulai dengan kunjungan ke Inggris, Kanada, atau Meksiko.

Tujuan dan Agenda Kunjungan

Lawatan ini bertujuan untuk mengamankan kesepakatan ekonomi besar serta mencapai kemajuan diplomatik terkait isu-isu yang mempengaruhi kawasan, seperti gencatan senjata di Gaza dan pembicaraan normalisasi antara Arab Saudi dan Israel yang terhenti. Fokus pada kesepakatan ekonomi muncul di tengah penurunan output ekonomi AS pada kuartal pertama, yang merupakan yang pertama dalam tiga tahun terakhir.

Selama perjalanannya, Trump juga akan mempertimbangkan penggunaan istilah "Teluk Arab" untuk menggantikan "Teluk Persia". Utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, menyampaikan bahwa Trump berupaya memperluas Perjanjian Abraham, yang sebelumnya mengakui Israel oleh UEA dan Bahrain, dengan harapan Arab Saudi juga akan bergabung.

Agenda di Arab Saudi

Di Arab Saudi, Trump dijadwalkan bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) dan menghadiri forum investasi Saudi-AS. Salah satu fokus utama adalah untuk mengamankan investasi Arab Saudi senilai 1 triliun dolar AS di industri AS, memperluas janji investasi senilai 600 miliar dolar AS yang telah disepakati sebelumnya.

Arab Saudi diharapkan juga mengumumkan pembelian senjata dari AS senilai lebih dari 100 miliar dolar AS, yang mencakup rudal, sistem radar, dan pesawat angkut. Selain itu, isu penting lainnya adalah memperkuat kembali pakta pertahanan antara AS dan Arab Saudi yang telah menyusut.

Agenda di Uni Emirat Arab

Di UEA, Trump akan bertemu dengan Presiden Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk membahas peluang investasi di sektor-sektor seperti kecerdasan buatan, semikonduktor, energi, dan manufaktur. UEA sebelumnya mengumumkan rencana investasi senilai 1,4 triliun dolar AS dalam sektor-sektor tersebut di AS selama dekade mendatang. Trump juga diperkirakan akan mencabut pembatasan ekspor teknologi canggih untuk mendukung UEA dalam mencapai tujuannya menjadi pemimpin AI global pada tahun 2031.

Agenda di Qatar

Selanjutnya, di Qatar, Trump akan bertemu dengan Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani untuk membahas kerja sama militer dan keamanan regional. Qatar, yang memiliki hubungan dekat dengan presiden baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, mungkin juga akan meminta dukungan Trump untuk meringankan sanksi terhadap Suriah. Sebagai mitra penting dalam mediasi kawasan, Qatar diharapkan turut membahas upaya gencatan senjata di Gaza dengan Trump.