Revitalisasi Badan Tim Nasional untuk Capaian Piala Dunia 2040
Sumber Foto: Kompasiana.com
Nasional

Revitalisasi Badan Tim Nasional untuk Capaian Piala Dunia 2040

Tiga tahun lalu PSSI mengumukan gebrakan pertamanya untuk menghidupkan kembali Badan Tim Nasional (BTN). Publik menikai bahwa langkah itu bukan sekadar perubahan struktur organisasi. Ini adalah sinyal politik, manajerial, dan strategis bahwa federasi ingin membangun sistem tim nasional yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Keputusan PSSI itu dilakukan pada 18 Februari 2023, hanya dua hari setelah berlangsung Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta. KLB yang memunculkan Erick Thohir sebagai Ketua Umum (periode 2023-2027), mengalahkan La Nyalla Mattaliti dalam pemungutan usara.

Menurut Erick Thohir menghidupkan kembali BTN yang sudah mati suri sejak 2015 selaras dengan target PSSI untuk meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2040.

"Kami memastikan pembentukan BTN. Sebab, kami punya agenda besar bermain di Piala Dunia 2040," ujar Erick Thohir usai rapat Komite Eksekutif (Exco).

Alasan lain, menurut Erick Thohir yang kini juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), PSSI tidak mau ketinggalan dengan negara-negara lain yang sudah mulai merancang jauh tim nasional.

"Kalau negara lain seperti India sudah mempunyai blueprint 2023-2047, kami juga tidak boleh ketinggalan. BTN satu di antara jangka panjang persiapan Timnas Indonesia."

Selama ini, federasi sering terlalu dominan dalam urusan teknis tim nasional---mulai dari pemanggilan pemain, kontrak pelatih, hingga program jangka panjang. Dengan menghidupkan BTN, PSSI mencoba memisahkan fungsi governance (federasi) dan technical management (timnas).

Selain itu, mengurangi intervensi politis dalam keputusan teknis, dan menciptakan ruang profesional bagi pelatih dan direktur teknis

Keputusan ini bermakna: ada upaya menuju model federasi modern.