Survei Median: Publik Anggap 11 Agenda Lebih Mendesak daripada Pemindahan Ibu Kota
Sumber Foto: Databoks
Agenda Negara

Survei Median: Publik Anggap 11 Agenda Lebih Mendesak daripada Pemindahan Ibu Kota

Hasil survei yang dilakukan oleh Media Survei Nasional (Median) menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak setuju dengan rencana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Dalam survei tersebut, 45,3% responden menolak pemindahan, sementara 40,7% setuju, dan 14% memilih untuk tidak memberikan pendapat.

Alasan utama penolakan terhadap pemindahan ibu kota ini adalah adanya beberapa agenda yang dianggap lebih mendesak untuk diselesaikan oleh pemerintah. Dari hasil survei, isu yang paling mendesak di mata publik adalah masalah ekonomi, yang dipilih oleh 14,4% responden. Selanjutnya, isu kemiskinan dan kesejahteraan menjadi prioritas kedua dengan 10,2% suara. Isu pengangguran dan lapangan pekerjaan menempati urutan ketiga, di mana 6,4% responden menyuarakan kepentingan ini. Selain itu, masalah yang terjadi di Papua juga disebutkan sebagai isu mendesak, dengan 6,4% responden memberikan perhatian pada situasi tersebut.

Kondisi di Papua, yang sempat mengalami kerusuhan akibat unjuk rasa menolak ujaran rasisme terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur, kini dianggap mulai kembali kondusif.

Survei ini dilaksanakan pada 26 hingga 30 Agustus 2019, melibatkan 1.000 responden yang dipilih secara proporsional melalui metode multistage random sampling. Margin of error dari survei ini tercatat sebesar 3,09% dengan tingkat kepercayaan mencapai 95%.