Tempat Hiburan Malam di Sragen Tutup Selama Ramadan
RRI.CO.Id, Surakarta - Pemerintah Kabupaten Sragen menetapkan penutupan sementara seluruh tempat hiburan malam selama bulan Ramadan 1447 H melalui Surat Edaran Nomor 12/2026 di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Kebijakan tersebut meliputi diskotik, karaoke, pusat kebugaran, spa, pusat permainan, hingga biliar, kecuali layanan baby spa.
Hal itu dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sragen, Drs. Catur Sarjanto, dalam Bincang Pagi Pro 1 Surakarta Kamis, 20 Februari 2026). “Kebijakan tersebut untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati kekhusyukan ibadah umat Islam selama Ramadan di Sragen. Pengawasan secara persuasif melalui patroli oleh petugas gabungan kami lakukan berkala,” katanya.
Catur mengatakan penutupan tempat hiburan malam sudah menjadi tradisi tahunan setiap bulan Ramadan di Sragen. “Namun kami tetap memperbolehkan warung makan dan pelaku UMKM kuliner beroperasi pada siang hari di Sragen dengan ketentuan tertentu, seperti diberi tirai penutup,” ujarnya
Senada dengan Catur Sarjanto, Ketua Komisi Pengkajian Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sragen, Dr. H. Nursalim, M.Ag mengatakan masyarakat Sragen sudah memahami penutupan usaha hiburan malam tersebut. “Kalau dari edukasi yang kami lakukan melalui khutbah salat Jumat dan sejumlah forum keagamaan lainnya, masyarakat Sragen sudah sangat memahami. Ramadan ini menjadi sarana lebih mendekatkan diri epada Allah SWT,” ucap Nursalim.
Namun demikian beberapa pelaku usaha baru sempat menyampaikan keberatan terhadap kebijakan tersebut pada awal penerapan tahun ini di Sragen. Namun para pelaku usaha menerima kebijakan itu setelah Satpol PP memberikan penjelasan mengenai dasar hukum, ruang lingkup larangan, dan sifat sementara dari penutupan tersebut.
Menanggapi pertanyaan pendengar mengenai tayangan vulgar di media sosial, Catur Sarjanto akan bertinda tegas apabila pelakunya warga Sragen. “Kami akan mencari pelaku dengan bekerja sama bersama lembaga terkait sesuai kewenangan kami,” katanya.
Sementara itu Nursalim berpesan masyarakat memanfaatkan setiap momen di bulan Ramadan ini. “Bulan Ramadan adalah pendidikan dan bulan belanja , pakai untuk melakukan hal-hal yang halal dan positif untuk meningkatkan nilai ibadah puasa,” ujarnya. Nursalim berharap Sragen tetap kondusif selama bulan Ramadan. (Wiwik)




