TNI Siap Ambil Peran Utama dalam Misi ISF di Rafah, Palestina
Sumber Foto: Merdeka.com
Internasional

TNI Siap Ambil Peran Utama dalam Misi ISF di Rafah, Palestina

Pengamat menilai TNI akan memainkan peran sentral dalam operasi pertama International Stabilization Force (ISF) di Rafah, Palestina, mengingat posisi strategis dan komitmen personel yang signifikan.

00:08:06

Indonesia akan menempatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai salah satu kekuatan utama dalam operasi perdamaian International Stabilization Force (ISF) di Rafah, Palestina. Misi ini bertujuan untuk menstabilkan wilayah Gaza yang dilanda konflik dan memastikan distribusi bantuan kemanusiaan.

Khairul Fahmi, Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), menyatakan bahwa TNI akan memegang peran penting dalam fase pembuka misi ini. Hal ini didukung oleh posisi Wakil Komandan ISF yang dipegang oleh perwira TNI, memberikan pengaruh signifikan di tingkat tinggi maupun lapangan.

Tim advance personel TNI dijadwalkan berangkat dalam satu hingga dua bulan ke depan, menegaskan komitmen Indonesia dalam misi ini. Kontingen Indonesia diharapkan menjadi kunci keberhasilan operasi perdamaian yang sangat krusial ini di Gaza.

Tantangan Krusial Misi ISF di Rafah

Rafah dikenal sebagai urat nadi logistik dan pintu gerbang utama di selatan Gaza yang berbatasan langsung dengan Mesir. Pengamanan wilayah ini menjadi esensial untuk memastikan rantai pasok bantuan kemanusiaan dan material rekonstruksi dapat terdistribusi ke seluruh wilayah Gaza.

Selain itu, Rafah menghadapi kehancuran fisik yang masif, dengan potensi sisa bahan peledak (UXO) di reruntuhan dan jaringan terowongan. Populasi sipil di wilayah ini juga mengalami trauma mendalam akibat konflik berkepanjangan, menambah kompleksitas misi.

Fahmi menyoroti tantangan terbesar lainnya, yaitu potensi friksi bersenjata atau pemberontakan dari faksi yang menolak pelucutan senjata saat ISF mulai menegakkan prinsip 'satu otoritas, satu hukum, dan satu senjata'. Oleh karena itu, personel ISF harus dipersiapkan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.

Kesiapan dan Dukungan Komprehensif untuk Pasukan TNI

Personel TNI yang akan bertugas di Rafah harus dipersiapkan secara komprehensif, tidak hanya dari segi perlengkapan tempur. Kesiapan ini meliputi zeni konstruksi dan medis militer untuk mendukung berbagai aspek misi stabilisasi.

Prajurit TNI juga perlu dibekali pemahaman mendalam tentang Rules of Engagement (Aturan Pelibatan) non-tempur yang presisi, termasuk National Caveats Indonesia yang telah ditetapkan. Dukungan intelijen taktis serta kesiapan psikologis tingkat tinggi sangat diperlukan agar pasukan mampu menjalankan tugas dengan optimal.

Fahmi menekankan pentingnya kemampuan pasukan untuk bertindak tegas mengamankan mandat tanpa mudah terpancing eskalasi kontak senjata yang berlebihan. Pemerintah juga harus menyediakan dukungan logistik dan operasional peralatan yang memadai, mengingat ini adalah salah satu operasi perdamaian terbesar TNI yang melibatkan sekitar 8.000 pasukan.

Strategi Pembagian Sektor Operasi ISF di Gaza

Misi International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza akan dibagi menjadi lima sektor operasi untuk efektivitas penugasan. Sektor-sektor tersebut meliputi Rafah, Khan Younis, Deir al Balah, Gaza City, dan Gaza Utara.

Sebagai pembuka, Rafah akan menjadi titik awal pengerahan personel ISF, mengingat posisinya yang strategis di selatan Gaza dan perannya sebagai urat nadi logistik. Setelah pengamanan dan stabilisasi di Rafah, pasukan akan melanjutkan operasi secara bertahap menuju wilayah utara Gaza.

Khairul Fahmi menyatakan keyakinannya bahwa TNI telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang demi kesuksesan misi perdamaian di Gaza. Persiapan ini mencakup kematangan prajurit, peralatan pendukung, serta doktrin operasi yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan.