Vietnam Bergabung dalam Agenda Dedolarisasi BRICS Bersama 44 Negara Lain
Sumber Foto: SINDOnews Ekbis
Agenda Negara

Vietnam Bergabung dalam Agenda Dedolarisasi BRICS Bersama 44 Negara Lain

Vietnam telah menjadi negara terbaru yang menunjukkan minat dalam agenda dedolarisasi yang dipromosikan oleh BRICS, yang dijadwalkan untuk diperluas pada tahun 2025. Sebanyak 44 negara kini tertarik untuk berpartisipasi dalam kebijakan ini, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS sebagai mata uang dominan dalam perdagangan global.

BRICS, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, berkomitmen untuk meruntuhkan dominasi dolar AS dan menggantinya dengan penggunaan mata uang lokal. Dalam konteks ini, KTT ke-17 yang akan diadakan di Rio de Janeiro diharapkan menjadi titik tolak penting dalam proses dedolarisasi.

Pertemuan mendatang ini diyakini akan menunjukkan seberapa cepat dan efektif agenda dedolarisasi ini dapat diwujudkan. BRICS menegaskan bahwa tujuan jangka panjang aliansi ini adalah untuk mempercepat pengurangan pengaruh dolar AS dalam perdagangan internasional.

Laporan juga menyebutkan kemungkinan bergabungnya lebih banyak negara, termasuk dari kawasan Asia dan Afrika, dalam aliansi ini. Negara-negara berkembang berupaya memanfaatkan BRICS sebagai platform untuk meluncurkan peta jalan dedolarisasi di masing-masing negara mereka.

Untuk mendukung inisiatif ini, Bank Pembangunan Baru (NDB) berperan penting dalam menyediakan pinjaman dalam mata uang lokal untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur, sehingga dapat memperkuat upaya dedolarisasi yang diinginkan.