Indonesia Ditunjuk Sebagai Wakil Komandan Pasukan Internasional di Gaza
Sumber Foto: Albalad.co
Internasional

Indonesia Ditunjuk Sebagai Wakil Komandan Pasukan Internasional di Gaza

Komandan pasukan internasional di Jalur Gaza Mayor Jenderal Jasper Jeffers dari Amerika Serikat mengumumkan Indonesia akan menjadi wakil komandan ISF (Pasukan Stabilisasi Internasional di Jalur Gaza, Palestina. Hal ini dia sampaikan saat berpidato di pertemuan pertama Dewan Perdamaian, berlangsung di Ibu Kota Washington DC, Amerika.

"Indonesia telah menerima posisi wakil komandan untuk ISF," kata Jeffers. "Langkah pertama akan kami ambil adalah mengoperasikan keamanan, menyediakan kebutuhan-kebutuhan warga Gaza untuk kesejahteraan mereka, dan mewujudkan perdamaian abadi."

Dia menambahkan lima negara sudah berkomitmen mengirim pasukan ke Gaza. Selain Indonesia, ada Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Sedangkan Mesir dan Yordania bersedia melatih polisi Palestina untuk bertugas di Gaza.

Dari keenam negara berpenduduk mayoritas muslim itu, hanya Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Mesir sudah menjalin relasi resmi dengan negara Zionis itu sejak 1979, diikuti Albania (1991), Kazakhstan (1992), Yordania (1994), Maroko (2020), dan Kosovo sedari 2021.

Sejumlah pemimpin negara anggota ISF, termasuk Presiden Prabowo Subianto, menghadiri rapat perdana lembaga dibikin dan dipimpin oleh Presiden Amerika Donald Trump tersebut. Israel diwakili oleh Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar.

Markas komando ISF nantinya bakal berada di Kiryat Gat, berjarak 35 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Tel Aviv, Israel. Pasukan multinasional ini alan dibagi ke dalam lima berigade akan beroperasi di dalam Gaza, yakni Brigade Rafah, Brigade Khan Yunis, Brigade Dair Balah, Brigade Kota Gaza, dan Brigade Gaza Utara.

"Dalam jangka pendek, untuk pertama kami akan menerjunkan pasukan di Rafah dan melatih personel polisi," ujar Jeffers.

Belum diketahui apakah permintaan Indonesia agar pasukannya hanya menjalankan misi kemanusiaan sudah disetujui oleh markas komando ISF.

Dalam pidatonya, Menteri Luar Negeri Maroko Nasir Burithah menyampaikan empat hal, yakni negaranya akan mengerahkan petugas polisi untuk melatih personel Palestina di Gaza, mengirim perwira militer berpangkat tinggi ke Komando Militer Gabungan ISF, mendirikan rumah sakit lapangan militer di dalam Jalur Gaza, dan memimpin program deradikalisasi untuk memerangi ujaran kebencian dan mempromosikan hidup berdampingan.

Empat pimpinan Hamas – Khalil al-Hayah, Musa Abu Marzuq, Khalid Misyaal, dan Usamah Hamdan – sudah menegaskan pihaknya menolak kehadiran pasukan asing di dalam Gaza. Mereka cuma membolehkan pasukan kialusi internasional ini berada di perbatasan Gaza-Israel untuk mencegah negara penjajah itu melancarkan agresi.