NTB-NTT Siap Gelar PON 2028 dengan Standar Internasional
SABACIREBON - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bersama Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman menggelar pertemuan strategis untuk mematangkan konsep penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dan KONI untuk menjadikan PON bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan momentum memperkuat persatuan nasional melalui partisipasi atlet dari seluruh provinsi.
Menurut Erick Thohir, PON 2028 harus menjadi panggung pembuktian kualitas atlet nasional. Ajang ini diharapkan melahirkan talenta yang siap bersaing di level regional dan internasional, termasuk di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
NTB–NTT Tuan Rumah
PON 2028 akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pemerintah menargetkan ajang ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, serta penguatan UMKM lokal.
Pengalaman penyelenggaraan event nasional berskala besar dinilai dapat mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memperluas promosi destinasi wisata di kedua provinsi tersebut.
Fokus Cabang Olimpiade
Berbeda dengan edisi sebelumnya, PON 2028 dirancang lebih selektif dengan prioritas pada cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan efektivitas pembinaan dan menyelaraskan kompetisi nasional dengan peta persaingan global.
Ketua KONI Pusat, Marciano Norman, menekankan pentingnya peningkatan standar kualitas atlet. Proses kualifikasi akan lebih ketat agar PON benar-benar menjadi arena kompetisi atlet terbaik dari masing-masing daerah.
Alternatif Kompetisi bagi Cabor Non-PON
Meski jumlah cabang di PON akan lebih terbatas, KONI tetap memberi ruang bagi cabang olahraga lain melalui ajang khusus seperti Indonesia Martial Art Games (IMAG), Indonesia Beach Games, Indonesia Indoor Games, serta Indonesia Youth Games atau PON Remaja.




