Sejarah dan Evolusi Seni Badut di Indonesia oleh Alex Sanjaya
Hiburan
Oleh - Velda Arum Chandra
Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Seni badut seringkali dianggap sekadar hiburan pelengkap di pesta ulang tahun. Namun, di balik riasan wajah yang mencolok dan hidung merah yang ikonik, tersimpan sejarah panjang yang membentuk identitas hiburan rakyat di Indonesia.
Hal ini menjadi topik hangat dalam program Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Surabaya edisi Sabtu (7/2/26), yang menghadirkan Alex Sanjaya, owner dari Sanggar Magic Show Abacadabra Entertainment & Badut Kak Alex Surabaya.
Sanggar ini dibentuk tahun 2021, dan sudah terdaftar di Dispenduk Kota Surabaya. Dan Alex sendiri sudah belajar bidang ini mulai dari duduk di bangku SMP.
Dalam sesi bincang-bincang tersebut, Alex Sanjaya menjelaskan bahwa akar seni badut di Indonesia sebenarnya sudah ada jauh sebelum pengaruh sirkus Barat masuk.
Era Tradisional: Sosok "badut" lokal dapat ditemukan dalam karakter Punakawan dalam pewayangan, seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, yang bertugas menghibur sekaligus memberikan petuah bijak.
Era Kolonial: Pengaruh badut modern mulai masuk melalui pertunjukan sirkus keliling dari Eropa yang singgah di kota-kota besar Indonesia.
Era Keemasan: Pada era 70-an hingga 90-an, seni badut mulai terorganisir dengan munculnya komunitas-komunitas sulap dan hiburan anak di kota besar seperti Surabaya dan Jakarta.
"Menjadi badut bukan sekadar memakai kostum lucu, tapi bagaimana kita menjaga warisan kegembiraan. Di Indonesia, badut berevolusi dari tokoh teater rakyat menjadi penghibur profesional yang memadukan komedi, sulap, dan edukasi," kata Alex Sanjaya.
Alex juga berbagi mengenai eksistensi Abacadabra Entertainment di tengah gempuran konten digital. Menurutnya, interaksi langsung yang diberikan oleh seorang badut tetap tidak tergantikan oleh layar gadget.
Melalui sanggarnya, Alex berkomitmen untuk terus meregenerasi seniman badut di Surabaya agar tetap memiliki standar etika dan keterampilan sulap yang mumpuni, bukan sekadar "asal lucu".
Kehadiran Alex Sanjaya di Pro 4 RRI Surabaya menegaskan bahwa komunitas seni di Surabaya tetap solid. Sanggar Abacadabra Entertainment tidak hanya melayani jasa hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi para pemuda yang ingin mendalami seni pertunjukan dan sulap secara profesional.




