Membangun Kesadaran Lingkungan Melalui Kebiasaan Kecil
Seorang anak melempar sebuah bungkus snack yang baru saja habis di tangannya. Setelah itu, ia menghabiskan segelas air mineral. Gelas plastik itu diinjak hingga mengeluarkan suara yang mengagetkan, lalu ditendangnya begitu saja di pinggir jalan. Dia seorang anak SD, yang saya taksir baru kelas 4 SD.
Fenomena membuang sampah di sembarang tempat bukan hanya sekali itu saya lihat di jalan. Terlalu sering saya melihat orang dengan seenak udelnya melempar sampah di sembarang tempat. Padahal sosialiasi tentang akibat dari tumpukan sampah sudah sering digaungkan di media elektronik atau pun media sosial.
Geram. Itulah kata yang tepat ketika saya melihat keadaan serupa di sekitar. Geram adalah kata yang kadang hanya bisa tertahan dalam lemahnya suara dan hati ini. Meskipun ada keinginan untuk berteriak,"Hentikan kelakuan kalian membuang sampah sembarang! Lihat, layakkah pemandangan kotor ini kita lihat setiap hari?"
Teman, saya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Seorang wanita yang kebanyakan beraktivitas di rumah. Meskipun tempat yang setiap hari saya lihat adalah rumah, sekolah dan warung juga menjadi tempat yang sering saya singgahi. Dari kedua tempat ini saja saya tahu bahwa kesadaran masyarakat di sekitar tentang sampah sangat minim.
Ketika diri saya meyakini bahwa masalah sampah ini seharusnya mendapatkan perhatian oleh semua pihak, maka saya pun mengajarkan kepada keluarga kecil saya. Sejak usia balita, saya mencoba memberikan pelatihan kecil-kecilan kepada mereka dengan menyediakan tempat sampah di rumah. Ketika mereka memakan sesuatu yang memiliki kemasan, maka saya akan menyuruh mereka membuang sampah di tempat itu.
Kebiasaan itu terus dilakukan mereka di mana pun berada. Mau di sekolah, pergi jalan-jalan, ke rumah neneknya, atau sekadar bertandang ke rumah tetangga, mereka akan ingat bahwa sampah harus dibuang di tempatnya.
Jika tidak ada tempat sampah, maka saya mengajari mereka untuk mengantongi dulu sampah itu hingga menemukan tempat sampah. Alhamdulillah di dalam jiwa mereka telah tertanam nilai-nilai menjaga kebersihan. Bahkan pernah sekali atau dua kali saya mendengar anak saya menegur temannya untuk membuang sampah di tempatnya.
Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, termasuk sampah ini bukan hal yang mudah. Membiasakan seseorang untuk konsisten menjaga lingkungan dan menjadikannya sebagai gaya hidup itu butuh waktu. Semua itu tergantung dengan siapa dia bergaul, pengetahuan apa saja yang diperoleh, dan sejauh mana dia ingin menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Saya juga bukan orang yang sudah lama menekuni gaya hidup ramah lingkungan. Bahkan sangat baru dan masih awam dalam melakukannya. Hanya hal-hal kecil saja yang bisa saya lakukan, terutama di dalam keluarga kecil saya.
Saya ingat semasa covid 19, pengetahuan saya tentang gaya hidup ramah lingkungan ini saya dapatkan dari media sosial instagram. Akun-akun yang bergerak di bidang lingkungan menjadi bidikan saya saat itu, seperti akunnya @ecoranger,@waste4change, @greenerationid,@hutanid, dan beberapa akun-akun lainnya.




