Perusahaan Pembiayaan Syariah Targetkan Gen Z dengan Layanan Digital Inovatif
Sumber Foto: Marketeers
Lifestyle

Perusahaan Pembiayaan Syariah Targetkan Gen Z dengan Layanan Digital Inovatif

Merek-merek saat ini tidak bisa lagi mengabaikan eksistensi Generasi Z (Gen Z) yang tengah bertransformasi menjadi kekuatan pasar dominan. Menjelang tahun 2030, generrasi ini diprediksi menguasai belanja nasional, seiring dengan peran baru mereka sebagai breadwinner yang mengatur arus kas rumah tangga.

Iwan Setiawan, Group COO of MCorp menuturkan kondisi ini dipicu oleh tren Kids Getting Older Younger (KGOY). Gen Z yang berada di rentang usia 16-29 tahun tercatat lebih cepat “dewasa” secara finansial, terbukti dari keberanian mereka memasuki dunia kerja dan mengadopsi instrumen investasi di usia yang sangat muda.

“Gen Z selalu disalahartikan sebagai anak muda yang bebas, padahal usia mereka sekarang sudah ada yang mencapai 29 tahun,” kata Iwan Setiawan.

Potensi besar ini ditangkap dengan serius oleh industri pembiayaan berbasis syariah yang kini mulai bertransformasi menjadi lebih modern dan inklusif. Adira Finance lewat Unit Usaha Syariah (UUS) misalnya, secara agresif memperkuat posisinya sebagai mitra gaya hidup melalui aplikasi Adiraku.

Mereka memahami bahwa Gen Z menginginkan fleksibilitas dalam memiliki kendaraan hingga kebutuhan perjalanan religi seperti Umrah. Dengan mengusung konsep “Sahabat Setia Selamanya”, Adira Finance Syariah menawarkan proses pengajuan yang serbadigital dan transparan, menghilangkan kesan kaku pada lembaga pembiayaan konvensional demi memenuhi ekspektasi anak muda yang menuntut kecepatan.

Langkah serupa juga ditunjukkan oleh Mandiri Tunas Finance (MTF). Memanfaatkan kekuatan ekosistem Bank Mandiri, MTF menyasar segmen profesional muda dari kalangan Gen Z yang mulai melirik kepemilikan kendaraan sebagai penunjang produktivitas.

Melalui digitalisasi layanan dan kampanye yang lebih segar, mereka menawarkan solusi pembiayaan yang tidak hanya sesuai prinsip syariah, tetapi juga kompetitif secara nilai ekonomi. MTF fokus pada kemudahan akses informasi dan simulasi pembiayaan yang dapat diakses kapan saja, selaras dengan karakter Gen Z yang sangat mandiri dalam melakukan riset sebelum mengambil keputusan finansial.

Sementara itu, FIF melalui UUS Amitra menonjolkan kedekatannya dengan kebutuhan mendasar dan spiritual anak muda. Mereka melihat tren Gen Z yang mulai merencanakan ibadah haji dan umrah sejak dini sebagai peluang besar. Dengan proses yang simpel dan persyaratan yang tidak berbelit, FIF berhasil memosisikan diri sebagai solusi pembiayaan mikro dan kendaraan roda dua yang sangat aksesibel bagi mereka yang baru memasuki dunia kerja.

Pendekatan berbasis komunitas dan edukasi mengenai akad syariah yang adil menjadi kunci utama mereka dalam membangun kepercayaan di mata generasi baru ini. Di sisi lain, ACC Syariah mengandalkan kekuatan teknologi melalui platform digital terintegrasi untuk memberikan pengalaman “one-stop solution” bagi Gen Z.

Mereka memahami bahwa bagi anak muda, estetika antarmuka aplikasi dan kemudahan navigasi adalah hal yang krusial. ACC Syariah hadir dengan menawarkan transparansi penuh dalam setiap transaksi, mulai dari pembiayaan mobil hingga pembiayaan modal usaha.

Secara keseluruhan, langkah perusahaan pembiayaan syariah ini membuktikan bahwa relevansi merek pada masa depan sangat bergantung pada seberapa mampu institusi menjembatani nilai spiritual dengan kebutuhan gaya hidup digital yang serbainstan. Fenomena ini juga terekam dalam survei Marketeers terhadap 700 anak muda di berbagai wilayah Indonesia dalam Marketeers Youth Choice Award 2026 Ramadan Edition.

Survei ini dilakukan melalui online voting, yang mana para responden memilih perusahaan dan merek berbasis syariah yang mereka gunakan atau ketahui. Pilihan didasarkan pada kebiasaan mengonsumsi produk serta preferensi pada masa depan, menggunakan metode yang diturunkan dari konsep Customer Journey 5A, yaitu Aware, Appeal, Ask, Act, dan Advocate